BK: Besaran Anggaran Renovasi Ruang Banggar Diduga Bocor

Kompas.com - 07/02/2012, 18:33 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorBenny N Joewono

JAKARTA, KOMPAS.com - Besaran alokasi dana untuk renovasi ruang Badan Anggaran atau Banggar Dewan Perwakilan Rakyat diduga dibocorkan ketika proses perencanaan. Akibatnya, pihak konsultan perencana diduga menetapkan spesifikasi yang tertinggi.

Ketua Badan Kehormatan M Prakosa mengatakan, perencanaan itu dilakukan oleh Kepala Biro Pemeliharaan Pembangunan dan Instalasi Sekretariat Jenderal DPR Sumirat selaku pejabat pembuat komitmen bersama konsultan perencana, PT GL.

Menurut Prakosa, seharusnya pembahasan antara Sumirat dengan PT GL saat perencanaan hanya berkaitan dengan desain ruangan, tanpa berbicara detail spesifikasi termasuk besarnya anggaran.

"Kita dapat indikasi bahwa konsultan perencana sudah dapatkan bocoran. Karena melihat ada dana yang besar, maka dibuat spesifikasi yang cukup tinggi (oleh konsultan perencana). Mereka menginginkan ada anggaran yang besar," kata Prakosa seusai menyampaikan hasil kerja BK kepada pimpinan DPR di Komplek DPR, Jakarta, Selasa (7/2/2012).

Seperti diberitakan, renovasi itu menghabiskan dana hingga Rp 20,3 miliar. Padahal, sesuai ketentuan pemerintah, renovasi itu hanya menghabiskan dana Rp 2,7 miliar.

Berbagai barang mewah dipilih untuk mengisi ruang Banggar seperti kursi seharga Rp 4 miliar, sistem teknologi informasi senilai Rp 7,5 miliar, lampu seharga Rp 1,9 miliar, layar LED seharga Rp 1,8 miliar, dan lainnya.

Dalam laporan kepada pimpinan, BK juga melihat ada pelanggaran prosedur dalam pelaksanaan. Pihak Setjen, menurut BK, langsung berkoordinasi dengan pimpinan Banggar tanpa melalui Badan Urusan Rumah Tangga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Prakosa tak mau menjawab ketika ditanya ada tidaknya dugaan penggelembungan harga dalam proyek itu. Menurut dia, hal itu adalah kewenangan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

Namun, BK mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi untuk segera menindaklanjuti laporan Ketua DPR Marzuki Alie terkait indikasi dugaan mark up.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenag Bertemu Dubes Arab Saudi, Bahas Penyelenggaraan Umrah 1443 Hijriah

Kemenag Bertemu Dubes Arab Saudi, Bahas Penyelenggaraan Umrah 1443 Hijriah

Nasional
Sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi dengan Angka Kematian Tinggi Tak Jalankan PPKM Level 4, Satgas: Ini Alarm untuk Pemda Setempat

Sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi dengan Angka Kematian Tinggi Tak Jalankan PPKM Level 4, Satgas: Ini Alarm untuk Pemda Setempat

Nasional
Satgas: Kasus Covid-19 Meningkat di Kalimantan Timur, Sumatera Utara, dan Riau

Satgas: Kasus Covid-19 Meningkat di Kalimantan Timur, Sumatera Utara, dan Riau

Nasional
Ahli Sebut Masyarakat Belum Perlu Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga, Nakes Saja

Ahli Sebut Masyarakat Belum Perlu Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga, Nakes Saja

Nasional
Antibodi Vaksin Sinovac Memang Turun Setelah 6 Bulan, tapi Masih Cukup Lawan Virus Corona

Antibodi Vaksin Sinovac Memang Turun Setelah 6 Bulan, tapi Masih Cukup Lawan Virus Corona

Nasional
Viral Foto Vaksin Dosis Ketiga untuk Influencer, Satgas Covid-19: 'Booster' Vaksin Hanya bagi Nakes

Viral Foto Vaksin Dosis Ketiga untuk Influencer, Satgas Covid-19: "Booster" Vaksin Hanya bagi Nakes

Nasional
Banding Ditolak, Ini Jawaban Kuasa Hukum Napoleon Bonaparte soal Lanjut Kasasi

Banding Ditolak, Ini Jawaban Kuasa Hukum Napoleon Bonaparte soal Lanjut Kasasi

Nasional
KPK Eksekusi Eks Kadis PUPR Lampung Selatan Hermansyah Hamidi ke Rutan Klas IA Bandar Lampung

KPK Eksekusi Eks Kadis PUPR Lampung Selatan Hermansyah Hamidi ke Rutan Klas IA Bandar Lampung

Nasional
Skoliosis Dapat Disembuhkan dengan Penanganan Tepat, Ini Penjelasannya

Skoliosis Dapat Disembuhkan dengan Penanganan Tepat, Ini Penjelasannya

Nasional
YLBHI: Ada 202 Kasus Pelanggaran HAM Kepolisian Sepanjang 2019-2021

YLBHI: Ada 202 Kasus Pelanggaran HAM Kepolisian Sepanjang 2019-2021

Nasional
Satgas: Tes Antigen sebagai Diagnosis Covid-19 Hanya jika Alat Diagnostik Terbatas

Satgas: Tes Antigen sebagai Diagnosis Covid-19 Hanya jika Alat Diagnostik Terbatas

Nasional
Tolak Fasilitas Isoman di Hotel, Politisi Demokrat: Anggota DPR Mampu Bayar Sendiri

Tolak Fasilitas Isoman di Hotel, Politisi Demokrat: Anggota DPR Mampu Bayar Sendiri

Nasional
Matakin Ingatkan Pemerintah Agar Tak Ada Penyelewengan Bansos Covid-19

Matakin Ingatkan Pemerintah Agar Tak Ada Penyelewengan Bansos Covid-19

Nasional
Anggota Komisi I Sebut Ada Sejumlah Kesalahan yang Dilakukan 2 Oknum TNI AU Terkait Kekerasan di Papua

Anggota Komisi I Sebut Ada Sejumlah Kesalahan yang Dilakukan 2 Oknum TNI AU Terkait Kekerasan di Papua

Nasional
Masih Terjadi Peningkatan Kematian, Satgas Covid-19 Minta Pemda dan Masyarakat Lakukan Ini

Masih Terjadi Peningkatan Kematian, Satgas Covid-19 Minta Pemda dan Masyarakat Lakukan Ini

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X