Kasus Wisma Atlet, Pimpinan KPK Terbelah?

Kompas.com - 26/01/2012, 13:17 WIB
|
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Lima pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi terlibat perdebatan akibat penetapan tersangka baru dalam kasus suap wisma atlet yang melibatkan mantan politisi Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Namun, hingga saat ini belum diketahui siapa tersangka baru yang bisa membuat pimpinan lembaga antikorupsi itu sampai harus saling berdebat. Hal ini diungkapkan anggota DPR dari Fraksi Hanura, Akbar Faisal, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/1/2012).

"Jadi, kami mendapat informasi dan beberapa teman menerima edaran melalui BlackBerry yang mengatakan ada insiden di KPK soal perpecahan dan perbedaan sikap yang ekstrem di antara pimpinan KPK. Katanya kemarin sudah ada yang akan ditetapkan sebagai tersangka, tetapi Abraham Samad (Ketua KPK) tidak didukung oleh unsur pimpinan KPK yang lain, yaitu Bambang dan Busyro," papar Akbar.

Akbar mengaku mendapatkan informasi itu dari internal KPK yang tak bisa disebutkan namanya. Ia juga mempertanyakan perbedaan sikap dari para pimpinan KPK itu sehingga tidak kompak dalam penetapan tersangka baru kasus itu. "Kalau memang betul ini terjadi, saya rasa tidak bisa kita biarkan lembaga negara yang ternyata tidak ada perubahan," tuturnya menegaskan.

Sementara itu, anggota Komisi III Fraksi PPP, Ahmad Yani, menyesalkan adanya perdebatan tersebut. Menurutnya, penetapan tersangka baru itu sudah sangat jelas melihat fakta-fakta yang hadir dalam persidangan kasus suap wisma atlet. Oleh karena itu, KPK, kata dia, jangan menutup-nutupi tersangka berikutnya yang terlibat.

"Kalau ini betul, saya sangat menyesalkan sekali. Karena menurut saya kasus ini tidak membutuhkan kecerdasan amat untuk menetapkan siapa-siapa tersangka berikutnya karena fakta yang dipersidangan itu sudah jelas berdasarkan proses hukum yang dan harus ditindak lanjut KPK," paparnya. Ia menyatakan, calon tersangka baru itu sudah beberapa kali diperiksa KPK, tetapi hingga kini belum direalisasikan.

Untuk menghindari kepentingan lain yang "bermain" dalam kasus ini, kata Ahmad, ia akan mengajak rekan Komisi III untuk mendatangi KPK dan mempertanyakan hal tersebut.

Tetap kompak

Dihubungi terpisah, Juru Bicara KPK Johan Budi membantah adanya perpecahan di tubuh pimpinan KPK. Pimpinan KPK, kata dia, tetap kompak. Ia menegaskan, Bambang dan Busyro tidak mungkin menghalang-halangi penangkapan seseorang jika orang itu memang benar menjadi tersangka.

Hingga saat ini, tambah dia, KPK belum menetapkan tersangka baru dalam kasus tersebut. "Sampai sekarang belum ada. Kalau ada, pasti sudah diumumkan," kata Johan saat dihubungi Kompas.com, Kamis. (CHA)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X