Sakit, Wa Ode Mangkir

Kompas.com - 21/01/2012, 03:50 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Tersangka kasus penerimaan hadiah dalam pembahasan anggaran dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah di Dewan Perwakilan Rakyat, Wa Ode Nurhayati, tak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Ko- rupsi, Jumat (20/1). Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi, anggota Fraksi Partai Amanat Nasional itu mengaku sakit sehingga tidak bisa memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa.

”Kami jadwalkan memanggil tersangka WON, tersangka kasus anggaran di DPR, untuk di- periksa. Tetapi, yang bersangkutan menginformasikan tidak bisa hadir karena sakit,” kata Johan.

Belum dipastikan kapan Wa Ode akan kembali dipanggil untuk diperiksa. ”Belum tahu, akan dijadwalkan pekan depan,” ujar Johan.

Saat ditanya apakah ketidak- hadiran Wa Ode karena hendak menghindari penahanan, Johan menyatakan, tidak ada informasi soal itu. Kali ini adalah pemanggilan kedua terhadap anggota Badan Anggaran DPR itu.

Wa Ode pernah diperiksa KPK selama tujuh jam, pada 16 Januari. Waktu itu, dia seusai pemeriksaan mengakui menjawab sembilan pertanyaan yang diajukan penyidik KPK seputar identitas dirinya.

Sebelumnya, data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebutkan ada 21 transaksi mencurigakan terkait Wa Ode. Namun, Wa Ode menyatakan sama sekali tak ada transaksi mencurigakan atas nama dirinya.

KPK menetapkan Wa Ode sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembahasan alokasi anggaran PPID pada 2011, ketika pimpinan KPK belum berganti. Ia dijerat dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tentang tuduhan ia menerima ”hadiah” guna meloloskan perusahaan milik kader Partai Golkar, Haris Andi Surahman, sebagai kontraktor proyek PPID di Aceh, Wa Ode menolak tuduhan itu (Kompas, 17/1) ”Tuduhan itu tak benar. Anggota Badan Anggaran DPR seperti saya tidak berhak mengalokasikan anggaran. Pemerintah yang berhak,” papar Wa Ode saat itu.

Diduga dana dari Haris untuk Wa Ode melalui rekening Bank Mandiri milik sekretaris Wa Ode, Sefa Yolanda. (ray/har)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.