Diperiksa Lagi Hari Ini, Wa Ode Bakal Ditahan?

Kompas.com - 20/01/2012, 07:57 WIB
Penulis Suhartono
|
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka kasus dugaan suap terkait dengan dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah tahun 2011 di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Wa Ode Nurhayati, Jumat (20/1/2012) pagi ini, kembali akan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Akankah Wa Ode akan langsung ditahan KPK?

"Kalau tidak salah, Wa Ode memang akan dipanggil lagi oleh KPK, Jumat pagi ini, karena penjelasannya diperlukan oleh KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi saat dikonfirmasi Kompas, Kamis malam di Jakarta. Namun, ia mengaku tak tahu, apakah Wa Ode segera akan dilakukan penahanan setelah menjalani pemeriksaan.

Sebelumnya, Kompas mendapat informasi bahwa anggota Fraksi Partai Amanat Nasional itu segera ditahan setelah menjalani pemeriksaan. "Belum, belum ada informasi," tambah Johan.

Catatan Kompas, pemeriksaan terhadap anggota Badan Anggaran DPR itu merupakan pemeriksaan yang kedua oleh KPK. Sebelumnya, Wa Ode telah diperiksa KPK selama tujuh jam, Senin (16/1/2012) lalu. Waktu itu, Wa Ode yang ditanya pers seusai pemeriksaan, mengaku telah menjawab sembilan pertanyaan yang diajukan KPK seputar identitas diri dan riwayat hidupnya.

Lebih jauh saat ditanya apakah bukti yang dimiliki KPK sudah cukup kuat sehingga Wa Ode harus ditahan, Johan mengatakan, penahanan seseorang itu bergantung pada kebutuhan dan keperluan KPK dalam pemeriksaan. "Misalnya, untuk pengembangan penyidikan kasusnya," tandas Johan.

Menurut Johan, KPK tidak memiliki patokan untuk berapa kali seseorang yang diperiksa kemudian harus menjalani penahanan. "Ada yang beberapa bulan diperiksa berkali-kali oleh KPK, sampai hari ini tidak ditahan," kata Johan lagi.

Masa penahanan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tentang masa penahanan di KPK, Johan menyatakan, KPK berhak menahan seseorang pada tahap pertama selama 20 hari. "Selanjutnya, KPK bisa memperpanjang penahanannya selama 40 hari lagi. Masa penahanan masih bisa diperpanjang lagi oleh KPK hingga 30 hari," jelas Johan.

Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebutkan adanya 21 transaksi mencurigakan terkait Wa Ode Nurhayati. Namun, Wa Ode menyatakan sama sekali tidak ada transaksi mencurigakan atas nama dirinya. KPK telah mencegah Wa Ode Nurhayati berpergian ke luar negeri.

Sebelumnya, KPK juga telah menetapkan Wa Ode Nurhayati sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembahasan alokasi anggaran DPPID. Ia dijerat UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ancaman Corona Varian Omicron dan Upaya Pencegahan Indonesia

    Ancaman Corona Varian Omicron dan Upaya Pencegahan Indonesia

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Bamsoet: Pidana dan Olahraga Harus Dipisah dalam Formula E | Bamsoet Persilakan KPK Lacak Aliran Dana Formula E

    [POPULER NASIONAL] Bamsoet: Pidana dan Olahraga Harus Dipisah dalam Formula E | Bamsoet Persilakan KPK Lacak Aliran Dana Formula E

    Nasional
    Saat Katebelece Partai Jadi Penentu Nasib Orang

    Saat Katebelece Partai Jadi Penentu Nasib Orang

    Nasional
    Ikuti Putusan MK, Pemerintah Pastikan Segera Perbaiki UU Cipta Kerja

    Ikuti Putusan MK, Pemerintah Pastikan Segera Perbaiki UU Cipta Kerja

    Nasional
    Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

    Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

    Nasional
    Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

    Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

    Nasional
    Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

    Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

    Nasional
    Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

    Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

    Nasional
    Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

    Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

    Nasional
    Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

    Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

    Nasional
    WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

    WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

    Nasional
    Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

    Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

    Nasional
    Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

    Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

    Nasional
    Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

    Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

    Nasional
    UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

    UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.