Jangan Facebook-an Saat Sedang Sedih

Kompas.com - 19/01/2012, 14:16 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Media sosial saat ini tak terpisahkan dari setiap aktivitas manusia. Ingin sekadar membunuh waktu, mengungkapkan perasaan pada kekasih, atau untuk mempromosikan produk, Facebook atau Twitter siap membantu. Namun jika Anda sedang sedih, sebaiknya Anda menjauhkan diri dari Facebook. Menurut penelitian, semakin lama waktu dihabiskan  untuk melihat foto-foto teman di Facebook, semakin kita merasa bahwa orang lain memiliki kehidupan yang lebih menyenangkan. Mengapa bisa begitu?

Foto-foto teman yang sedang tersenyum atau tertawa-tawa ternyata mengirimkan pesan yang kurang baik untuk orang lain, demikian menurut Utah Valley University yang mengadakan penelitian ini. Peneliti mendapati 95 persen dari 425 partisipan rata-rata menggunakan Facebook lima jam dalam seminggu.

"Melihat foto-foto teman yang happy di Facebook memberikan kesan bahwa orang lain selalu bahagia dan mempunyai kehidupan yang baik," ujar pemimpin studi ini, Hui-Tzu Grace Chou. Meskipun pengguna Facebook tahu bahwa teman-teman mereka pasti mengalami masa senang dan susah, namun foto profil yang biasanya hanya menunjukkan momen bahagia bisa memutarbalikkan persepsi mengenai kehidupan mereka sendiri.

Menurut Chou, ketidakpuasan yang diakibatkan oleh Facebook ini merupakan hasil proses psikologis dimana kita menarik kesimpulan yang salah mengenai orang lain berdasarkan informasi yang terbatas. Ketika prasangka tersebut masih ditambah dengan fakta mengenai jumlah teman di Facebook yang mencapai ribuan orang, meskipun banyak di antaranya bukan teman karib, kesedihan yang dirasakan bisa memburuk.

Studi yang diterbitkan di jurnal Cyberpsychology, Behaviour and Social Networking, ini juga mendapati bahwa orang yang menghabiskan waktunya untuk bertemu langsung dengan teman-teman atau keluarga, jarang sekali merasa bahwa mereka menjalani kehidupan yang buruk.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Ancam Beri Sanksi Terberat pada Paslon Peanggar Protokol Kesehatan Saat Kampanye

Bawaslu Ancam Beri Sanksi Terberat pada Paslon Peanggar Protokol Kesehatan Saat Kampanye

Nasional
KPK Akan Periksa Wali Kota Tasikmalaya sebagai Tersangka Kasus Suap

KPK Akan Periksa Wali Kota Tasikmalaya sebagai Tersangka Kasus Suap

Nasional
Penjelasan DPR soal Penghapusan Pasal dalam Draf UU Cipta Kerja Terbaru

Penjelasan DPR soal Penghapusan Pasal dalam Draf UU Cipta Kerja Terbaru

Nasional
Pekan Depan Menlu AS Akan Kunjungi Indonesia, Ini Agendanya

Pekan Depan Menlu AS Akan Kunjungi Indonesia, Ini Agendanya

Nasional
Ketua MPR Minta Prioritas Vaksinasi Covid-19 di Pulau Jawa

Ketua MPR Minta Prioritas Vaksinasi Covid-19 di Pulau Jawa

Nasional
Kali Kedua Prabowo Sambangi Perancis, Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan

Kali Kedua Prabowo Sambangi Perancis, Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan

Nasional
Draf UU Cipta Kerja Berubah Jadi 1.187 Halaman, Ada Penghapusan Pasal

Draf UU Cipta Kerja Berubah Jadi 1.187 Halaman, Ada Penghapusan Pasal

Nasional
Benny Tjokro Mengaku Jadi Korban Konspirasi di Kasus Jiwasraya

Benny Tjokro Mengaku Jadi Korban Konspirasi di Kasus Jiwasraya

Nasional
Jangka Waktu Pembahasan Aturan Turunan UU Cipta Kerja Dinilai Tak Realistis

Jangka Waktu Pembahasan Aturan Turunan UU Cipta Kerja Dinilai Tak Realistis

Nasional
Harun Masiku Belum Tertangkap, ICW: KPK Bukan Tidak Mampu, tetapi Tidak Mau

Harun Masiku Belum Tertangkap, ICW: KPK Bukan Tidak Mampu, tetapi Tidak Mau

Nasional
Jokowi Ingin Batu Bara Tak Lagi Diekspor, tetapi Diolah di Dalam Negeri

Jokowi Ingin Batu Bara Tak Lagi Diekspor, tetapi Diolah di Dalam Negeri

Nasional
Tujuh Bulan Pandemi, Pemerintah Belum Capai Target Tes Usap dari WHO

Tujuh Bulan Pandemi, Pemerintah Belum Capai Target Tes Usap dari WHO

Nasional
Banyak Penolakan, Pemerintah Diminta Tunda Pemberlakuan UU Cipta Kerja

Banyak Penolakan, Pemerintah Diminta Tunda Pemberlakuan UU Cipta Kerja

Nasional
Doni Monardo Bantah Anggapan Pemeriksaan Spesimen Indonesia Terendah di Dunia

Doni Monardo Bantah Anggapan Pemeriksaan Spesimen Indonesia Terendah di Dunia

Nasional
Soal Kebakaran Gedung, Kejagung Duga Karena Unsur Kealpaan

Soal Kebakaran Gedung, Kejagung Duga Karena Unsur Kealpaan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X