Tolak Pencabutan Perda Antimiras, FPI Lempar Batu

Kompas.com - 12/01/2012, 15:36 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan orang dari Front Pembela Islam (FPI) menggelar unjuk rasa di depan Gedung Kementrian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Kedatangan mereka bertujuan menolak pencabutan Peraturan Daerah Anti Miras.

"Miras yang ada di daerah-daerah terbukti sangat membahayakan kesehatan dan ketentraman masyarakat. Oleh karena itu, tidak ada alasan mencabut perda, justru di efektifkan pelaksanaannya," kata Sekertaris Jenderal FPI, Muhammad al-Khaththath dalam orasinya, Kamis (12/1/2012).

Setelah melakukan orasi, massa akhirnya berdialog dengan seorang perwakilan dari Kementrian Dalam Negeri dan didapat kesepakatan akan diadakan dialog antara Menteri Dalam Negeri dengan Habib Rizieq. Sempat terjadi insiden pelemparan batu saat aksi tengah berlangsung.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Kompas.com di lokasi kejadian, sekitar pukul 10.30 WIB, sekitar 10 orang pendemo yang tak sabar ingin bertemu menteri masuk melompati gerbang setinggi dua meter dengan ujung berbentuk bunga runcing. Pendemo tersebut langsung membabi buta melempari kaca gedung serta pos parkir gedung Kementrian Dalam Negeri dengan menggunakan batu konblok, telur dan balok. Massa juga sempat mencopot lambang Kemendagri yang terpampang di depan pagar.

Menurut data dari keamanan gedung, kerugian yang diderita atas insiden tersebut, yaitu lampu sorot gerbang barat pecah 2 buah. Kaca besar depan pecah. Enam buah lampu taman pecah. Papan nama Kemendagri dicopot. Kaca ruang kapuspen dan wartawan hancur. Kaca ruang staf Mendagri pecah. Kaca ruang rapat eks Kesbag Pol pecah. Kaca ruang sidang utama lantai 3 pecah.

Dari pantauan Kompas.com pada pukul 12.50 WIB, koordinator massa pun mau menerima hasil dari negosiasi tersebut dan berjanji akan bertemu menteri esok hari. Massa pun membubarkankan diri dengan tertib, sementara arus lalu lintas Jalan Medan Merdeka Utara dari Pecenongan menuju Gambir masih ditutup.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.