Nazaruddin: Sekarang Terserah KPK - Kompas.com

Nazaruddin: Sekarang Terserah KPK

Kompas.com - 22/12/2011, 21:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Kamis (22/12/2011), untuk penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kompleks olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Nazaruddin menceritakan dengan detail keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam mengatur pemenang proyek Hambalang hingga mendapatkan fee dari pengaturannya tersebut.

Menurut Nazaruddin, semua yang dia ketahui soal pengaturan pemenang proyek Hambalang telah diceritakan kepada KPK, termasuk bagaimana peran politisi Partai Demokrat ini dalam mengatur pemenang tender proyek ini hingga uang hasil pengaturan tersebut.

Sebelumnya, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, sebelum dan sesudah sidang, Nazaruddin bercerita soal uang senilai Rp 6 juta dollar Amerika Serikat yang diberikan PT Adhi Karya selaku pemenang tender proyek Hambalang kepada Anas.

Uang tersebut oleh Anas dibagikan kepada semua pengurus Partai Demokrat di daerah untuk memenangkannya dalam kongres partai itu di Bandung, Mei 2010.

"Saya sudah ceritakan semua tentang proyek Hambalang. Dari mana Mas Anas itu mulai mengatur proyek Hambalang. Di mana peran Angelina Sondakh, di mana peran pimpinan besar, seperti Mirwan Amir. Semua sudah saya jelaskan secara detail," kata Nazaruddin.

Menurut Nazaruddin, dia juga menceritakan kepada KPK soal ke mana aliran uang dari PT Adhi Karya terkait proyek Hambalang. Nazaruddin mengatakan, sekarang tinggal KPK menindaklanjuti semua keterangan yang dia berikan.

"Berapa uang yang diserahkan Adhi Karya sama Mas Anas, semua sudah saya ceritakan. Lewat siapa, kapan penyerahannya, dan di mana penyerahannya sudah saya ceritakan. Jadi, sekarang semuanya tinggal kembali ke KPK," katanya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisKhaerudin
    EditorAgus Mulyadi

    Terkini Lainnya

    Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

    Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

    Nasional
    Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

    Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

    Nasional
    Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

    Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

    Megapolitan
    Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

    Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

    Megapolitan
    14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

    14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

    Regional
    Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

    Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

    Regional
    Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

    Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

    Internasional
    Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek 'Online' Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

    Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek "Online" Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

    Megapolitan
    Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

    Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

    Nasional
    Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

    Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

    Internasional
    Dua Orang yang Ditemukan Lemas di Mobil Diduga Keracunan

    Dua Orang yang Ditemukan Lemas di Mobil Diduga Keracunan

    Regional
    Sandiaga Sebut Rencana Induk Penataan Tanah Abang Masih Disusun

    Sandiaga Sebut Rencana Induk Penataan Tanah Abang Masih Disusun

    Megapolitan
    Diprotes Rakyatnya, PM Armenia Mengundurkan Diri

    Diprotes Rakyatnya, PM Armenia Mengundurkan Diri

    Internasional
    Saat Bos First Travel Yakinkan Jaksa Perusahaannya Masih Mampu Berangkatkan Calon Jemaah

    Saat Bos First Travel Yakinkan Jaksa Perusahaannya Masih Mampu Berangkatkan Calon Jemaah

    Nasional
    Akan Dilaporkan Kembali oleh Fransiska, Sandiaga Bilang, 'Lu Lagi Lu Lagi'

    Akan Dilaporkan Kembali oleh Fransiska, Sandiaga Bilang, "Lu Lagi Lu Lagi"

    Megapolitan

    Close Ads X