Korban Penggusuran Register 45 Masih Mengungsi

Kompas.com - 21/12/2011, 18:26 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

MESUJI, KOMPAS.com — Sebanyak 20 keluarga korban penggusuran dari Register 45 Suay Umpu yang merupakan lokasi izin pengusahaan hutan tanaman industri PT Silva Inhutani Lampung masih mengungsi di daerah Moro-Moro, Kabupaten Mesuji, Lampung.

Setelah digusur September 2011, warga di Register 45 Suay Umpu, mulai dari daerah Tugu Roda, Sawit Kembar, hingga Blok Balian, mencari perlindungan sendiri-sendiri. Yang mengungsi ke daerah Moro-Moro ada sekitar 400 keluarga. Mereka ditampung di tenda darurat dan hunian sementara yang disediakan warga setempat.

Selama dua bulan pertama mengungsi pun mereka mendapat bantuan logistik. Salah seorang pengungsi, Julianto (34), Rabu (21/12/2011), mengatakan, selain ke Moro-Moro, ada juga korban penggusuran yang mencari perlindungan ke komunitas adat Megou Pak. Bahkan, tidak sedikit yang pergi ke daerah lain untuk mencari lahan garapan baru.

"Ada sekitar 30 keluarga yang pergi mencari lahan garapan baru di Unit 9. Ada juga yang pergi ke daerah lain di luar Lampung. Ada pula yang kembali ke Register 45 mendirikan tenda di sana," kata Julianto.

Selama tinggal di hunian sementara, Julianto bekerja menjadi buruh tani dengan upah Rp 40.000 sehari untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga sehari-hari. Itu pun dalam seminggu terkadang hanya 3-5 hari Julianto bekerja.

Lahan Register 45 di Suay Umpu, mulai dari daerah Tugu Roda, Sawit Kembar, hingga Blok Balian, ditinggali sekitar 1.600 keluarga. Mereka masuk ke lokasi itu pertama kali tahun 2006. Sejak itu, sudah terjadi tiga kali penggusuran oleh aparat. Yang terakhir adalah penggusuran pada September 2011. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X