Ini Kronologi Peristiwa Mesuji Versi Polri

Kompas.com - 21/12/2011, 15:58 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution hari ini, Rabu (21/12/2011), memaparkan kronologi peristiwa di Kabupaten Mesuji, Lampung, yang sempat dilaporkan sejumlah warga Lampung ke Komisi III DPR RI, pekan lalu.

Menurut Saud, di Lampung terdapat dua peristiwa berbeda, yaitu pada 2010 dan 2011. Peristiwa Mesuji pertama terjadi pada 6 November 2010, yaitu penertiban masyarakat perambah di lahan hutan sawit tanpa izin.

"Penertiban dan sosialisasi ini dilakukan oleh tim terpadu bentukan Gubernur Lampung. Tim itu terdiri dari Polda Lampung, Pemda, Kanwil BPN, dan personel TNI sebanyak 153 orang," ujar Saud dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu.

Salah satu tempat yang ditertibkan adalah lahan perkebunan sawit Register 45 PT Silva Inhutani pada 6 November 2010 tersebut. Saat itu operasi penertiban dilakukan oleh 60 personel dari anggota kepolisian dengan dipimpin oleh Ajun Komisaris Besar Priyo Wira. "Massa dari masyarakat yang akan ditertibkan melakukan perlawanan sehingga terjadi bentrok antara petugas dan massa," sambungnya.

Saat bentrokan, kata Saud, Ajun Komisaris Besar Priyo nyaris dibacok oleh seorang warga, Nyoman Sumarde. Akibatnya, ia mengeluarkan tembakan terhadap Nyoman. Hal ini memicu kemarahan warga dan terjadi bentrokan yang lebih besar. Akibatnya, satu warga, Made Asta, tewas tertembak. "Saat Kapolres melakukan negosiasi, massa tetap anarki. Tertembaklah Made Asta di perut, dan meninggal dunia," urainya.

Menurut Saud, saat ini pelaku penembakan Made Asta belum diketahui karena proyektil dan senjata yang digunakan saat itu tengah dicocokkan. Dia mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan.

Peristiwa Mesuji Lampung II masih di Kabupaten Mesuji, Lampung. Saud mengungkapkan, bentrokan terjadi saat masyarakat berunjuk rasa di areal PT Barat Selatan Makmur Investindo (PT BSMI).

Peristiwa yang terjadi pada 10 November 2011 itu berawal dari aksi penjarahan sejumlah warga di perkebunan sawit. Petugas keamanan perusahaan kemudian melaporkan aksi itu kepada polsek setempat. Saat dilaporkan, dua warga berusaha melarikan diri, yaitu Hendri dan Dani. Oleh karena itu, petugas keamanan setempat mengamankan motor yang ditinggalkan keduanya.

Dalam pemaparan kronologi ini, Saud juga menunjukkan sebuah video versi polisi mengenai peristiwa itu, menunjukkan warga datang dengan senjata tajam untuk menyerang areal perkebunan perusahaan itu. "Petugas keamanan di sana laporkan ada penjarahan. Saat dikejar, dua orang dari massa, Dani dan Hendry, melarikan diri. Tertinggallah motor dan diambil Polsek untuk olah tempat kejadian," tutur Saud.

Namun, di saat yang sama, ketika akan olah tempat kejadian tersebut, kata Saud, 14 anggota polisi dihadang oleh 100 orang, massa warga Mesuji. Mereka mempertanyakan keberadaan Hendry dan Dani yang dianggap hilang setelah peristiwa itu. Akibatnya, bentrokan pun terjadi. Dalam aksi ini, seorang pria bernama Suratno (20) terkena luka tembak.

Penembakan itu membuat amarah warga memuncak. Sekitar 300 warga, kata Saud, kemudian datang dan menyerang areal perusahaan perkebunan sawit tersebut. "Massa beringas menyerang, dan anggota kami mencoba evakuasi karyawan. Saat itu massa bertambah menjadi 300 orang dengan membawa senjata tajam untuk menyerang petugas," urainya.

Dari bentrokan tersebut, masyarakat yang terkena luka tembak bertambah sebanyak empat orang, yaitu Muslim, Robin, Rano Karno, dan Harun. Sementara itu, satu orang tewas tertembak, bernama Zaelani. Dalam bentrokan ini, tutur Saud, juga terdapat aksi pembakaran oleh warga terhadap 96 mes karyawan perusahaan, satu pos induk satpam, 29 mes karyawan divisi satu, 5 mes asisten manajer gudang bahan bakar, dan sejumlah gudang lainnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontras Nilai UU Pengadilan HAM Belum Efektif Beri Akses Keadilan

Kontras Nilai UU Pengadilan HAM Belum Efektif Beri Akses Keadilan

Nasional
Di Countries Strategic Dialogue, Pemerintah Akan Sampaikan Kondisi Pandemi dan Perekonomian Indonesia

Di Countries Strategic Dialogue, Pemerintah Akan Sampaikan Kondisi Pandemi dan Perekonomian Indonesia

Nasional
Alasan Menkumham Usulkan RKUHP dan RUU Pemasyarakatan Tak Masuk Prolegnas Prioritas 2021

Alasan Menkumham Usulkan RKUHP dan RUU Pemasyarakatan Tak Masuk Prolegnas Prioritas 2021

Nasional
Irjen Napoleon Mengaku 2 Kali Surati Kejagung terkait Permohonan Penerbitan Red Notice Baru Djoko Tjandra

Irjen Napoleon Mengaku 2 Kali Surati Kejagung terkait Permohonan Penerbitan Red Notice Baru Djoko Tjandra

Nasional
Akui Terima Surat dari Istri Djoko Tjandra soal Red Notice, Irjen Napoleon: Istrinya Punya Hak Hukum

Akui Terima Surat dari Istri Djoko Tjandra soal Red Notice, Irjen Napoleon: Istrinya Punya Hak Hukum

Nasional
Hari H Pilkada Makin Dekat, Mendagri: Yang Berpotensi Langgar Jaga Jarak Tak Boleh Terjadi

Hari H Pilkada Makin Dekat, Mendagri: Yang Berpotensi Langgar Jaga Jarak Tak Boleh Terjadi

Nasional
Satgas Sebut Rumah Sakit di 4 Provinsi Alami Kenaikan Jumlah Pasien Covid-19

Satgas Sebut Rumah Sakit di 4 Provinsi Alami Kenaikan Jumlah Pasien Covid-19

Nasional
Bawaslu Ungkap 7 Modus Pelibatan Anak dalam Kampanye yang Mungkin Terjadi pada Pilkada 2020

Bawaslu Ungkap 7 Modus Pelibatan Anak dalam Kampanye yang Mungkin Terjadi pada Pilkada 2020

Nasional
Tak Hanya Guru Honorer, Lulusan PPG yang Belum Mengajar Juga Bisa Tes PPPK

Tak Hanya Guru Honorer, Lulusan PPG yang Belum Mengajar Juga Bisa Tes PPPK

Nasional
Panglima TNI Tak Perintahkan Copot Spanduk, Pangdam Jaya: Setelah Kegiatan Saya Laporkan

Panglima TNI Tak Perintahkan Copot Spanduk, Pangdam Jaya: Setelah Kegiatan Saya Laporkan

Nasional
Sidang Perdana Judicial Review UU Cipta Kerja, KSPI: Buruh Tak Gelar Aksi

Sidang Perdana Judicial Review UU Cipta Kerja, KSPI: Buruh Tak Gelar Aksi

Nasional
Usulan Formasi Guru untuk Seleksi PPPK Diperpanjang hingga 31 Desember 2020

Usulan Formasi Guru untuk Seleksi PPPK Diperpanjang hingga 31 Desember 2020

Nasional
Pakar Imunisasi: Jika Beruntung Dapat Vaksin Covid-19, Jangan Ditolak

Pakar Imunisasi: Jika Beruntung Dapat Vaksin Covid-19, Jangan Ditolak

Nasional
Pangdam Jaya: Penurunan Spanduk Rizieq Shihab Sesuai Prosedur

Pangdam Jaya: Penurunan Spanduk Rizieq Shihab Sesuai Prosedur

Nasional
Orangtua Djoko Tjandra Meninggal di Tahun 2015, Tim Sempat Berjaga-jaga di Sejumlah Titik

Orangtua Djoko Tjandra Meninggal di Tahun 2015, Tim Sempat Berjaga-jaga di Sejumlah Titik

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X