Putus Hubungan di Facebook? Ini Alasannya

Kompas.com - 21/12/2011, 10:08 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

KOMPAS.com - Apa alasan orang menjalin hubungan pertemanan di Facebook? Dan, mengapa kadang terjadi orang memutuskan hubungan pertemanannya di Facebook?

Pertanyaan-pertanyaan itu yang antara lain hendak dijawab oleh survei NM Incite, dari Nielesen dan McKinsey, pada 1.800 pengguna jejaring sosial.

Hasilnya, 82 persen pengguna Facebook akan mengajukan permintaan pertemanan (add friend) karena mereka saling kenal di dunia nyata.

Sementara itu, ada 60  persen pengguna Facebook yang mengajukan pertemanan karena saling terhubung dengan teman yang lain (mutual friend).

Sedangkan sisanya, sebanyak 8 persen pengguna Facebook akan melakukan add friend karena satu sama lain tertarik secara fisik dan 7 persen karena ingin menambah jumlah teman sebanyak-banyaknya.

Masih ada lagi. Sebanyak 7 persen pengguna menganggap 'semua orang adalah teman saya,' dan 7 persen menjawab mereka akan melakukan add friend karena tertarik dengan kualitas foto.

Putus Hubungan

Di sisi lain, ada beberapa alasan mengapa seseorang memutus hubungan pertemanan atau remove friend di Facebook.

Banyak orang terganggu dengan tindakan teman yang diterimanya atas dasar mutual friend. 23 persen mengatakan mereka melakukan remove friend karena komentar yang tidak menyenangkan, 20 persen karena kurang melakukan interaksi.

Lalu, 14 persen menyatakan putus hubungan karena komentar politik dan 11 persen karena sakit hati atau putus cinta.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayoritas Masyarakat Ingin Calon Kepala Daerah Pelanggar Protokol Kesehatan Didiskualifikasi

Mayoritas Masyarakat Ingin Calon Kepala Daerah Pelanggar Protokol Kesehatan Didiskualifikasi

Nasional
Partai Demokrat Minta Polisi Jangan Bertindak Berlebihan Terhadap Demonstran

Partai Demokrat Minta Polisi Jangan Bertindak Berlebihan Terhadap Demonstran

Nasional
Survei IPI: Mayoritas Setuju Aparat Semena-mena Terhadap yang Berseberangan Secara Politik

Survei IPI: Mayoritas Setuju Aparat Semena-mena Terhadap yang Berseberangan Secara Politik

Nasional
FSGI Ungkap Alasan Beri Nilai 55 untuk Program PJJ Nadiem Makarim

FSGI Ungkap Alasan Beri Nilai 55 untuk Program PJJ Nadiem Makarim

Nasional
Polisi Cari Pengendali Penyelundupan Senpi ke KKB di Papua

Polisi Cari Pengendali Penyelundupan Senpi ke KKB di Papua

Nasional
Survei IPI: 73,8 Persen Setuju Masyarakat Makin Sulit Berunjuk Rasa

Survei IPI: 73,8 Persen Setuju Masyarakat Makin Sulit Berunjuk Rasa

Nasional
Disorot, Bawaslu Daerah Loloskan Mantan Koruptor meski Belum Penuhi Masa Tunggu Pidana

Disorot, Bawaslu Daerah Loloskan Mantan Koruptor meski Belum Penuhi Masa Tunggu Pidana

Nasional
FSGI: Kami Beri Nilai 100 untuk Program Penghapusan UN

FSGI: Kami Beri Nilai 100 untuk Program Penghapusan UN

Nasional
UPDATE 25 Oktober: 2 Provinsi Tak Ada Kasus Baru, DKI Tertinggi

UPDATE 25 Oktober: 2 Provinsi Tak Ada Kasus Baru, DKI Tertinggi

Nasional
Hari Dokter Nasional, Ayo Bantu Garda Terdepan Lewat Gerakan 3M

Hari Dokter Nasional, Ayo Bantu Garda Terdepan Lewat Gerakan 3M

Nasional
UPDATE 25 Oktober: 168.918 Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 25 Oktober: 168.918 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Ini Kekurangan Bantuan Kuota Internet dari Kemendikbud Versi FSGI

Ini Kekurangan Bantuan Kuota Internet dari Kemendikbud Versi FSGI

Nasional
Survei IPI: Mayoritas Anggap Indonesia Kurang Demokratis

Survei IPI: Mayoritas Anggap Indonesia Kurang Demokratis

Nasional
UPDATE 25 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 62.649

UPDATE 25 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 62.649

Nasional
UPDATE 25 Oktober: Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa Capai 4.327.144

UPDATE 25 Oktober: Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa Capai 4.327.144

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X