Sesmenpora Divonis Tiga Tahun

Kompas.com - 19/12/2011, 12:23 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga atau Sesmenpora nonaktif, Wafid Muharam, divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Wafid dijatuhi hukuman tiga tahun penjara ditambah denda Rp 150 juta yang dapat diganti dengan kurungan tiga bulan.

Putusan atas Wafid tersebut dibacakan majelis hakim yang diketuai Marsudin Nainggolan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (19/12/2011). Wafid dianggap terbukti melanggar Pasal 5 Ayat 2 juncto Pasal 5 Ayat 1 huruf b Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagai penyelenggara negara, dia terbukti menerima cek senilai Rp 3,2 miliar dari Mohamad El Idris, Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah (PT DGI); dan Mindo Rosalina Manulang, Direktur Pemasaran PT Anak Negeri. Pemberian tersebut berkaitan dengan pemenangan PT DGI sebagai pelaksana proyek wisma atlet.

"Setelah menerima cek tersebut, menyerahkan ke saksi Poniran untuk disimpan setelah Idris dan Rosa meninggalkan kantor terdakwa (Wafid)," kata anggota majelis hakim, Sofialdi.

Sementara itu, alasan Wafid—yang mengatakan bahwa cek Rp 3,2 miliar tersebut merupakan pinjaman dana talangan—tidak dapat diterima. Keterangan saksi-saksi di persidangan, menurut hakim, menunjukkan adanya maksud lain pemberian cek tersebut yang berkaitan dengan commitment fee.

"Terdakwa selaku penyelenggara negara dilarang menerima imbalan. Seharusnya terdakwa menolak pemberian tersebut, tetapi terdakwa berdalih itu pinjaman atau dana talangan," tutur Sofialdi.

Putusan hakim terhadap Wafid ini lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum, yaitu enam tahun penjara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal-hal meringankan yang menjadi pertimbangan hakim dalam menjatuhkan hukuman Wafid adalah ia merupakan abdi negara atau pegawai negeri dan berlaku sopan selama persidangan.

Adpaun yang memberatkan, Wafid dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Menanggapi putusan tersebut, Wafid akan pikir-pikir apakah mengajukan banding atau tidak. "Saya dengan pengacara akan diskusi lebih intensif lagi. Jadi, sampai hari ini belum memberikan pendapat," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kritikan Polri Diharap seperti Satpam BCA Berbalas Teror, Polisi Diminta Tak Anti-kritik

Kritikan Polri Diharap seperti Satpam BCA Berbalas Teror, Polisi Diminta Tak Anti-kritik

Nasional
Aliansi Dosen Ultimatum UNJ Tolak Gelar Kehormatan Ma’ruf Amin dan Erick Thohir

Aliansi Dosen Ultimatum UNJ Tolak Gelar Kehormatan Ma’ruf Amin dan Erick Thohir

Nasional
Independensi MA Dikhawatirkan Terganggu jika Gugatan Kewenangan KY ke MK Dikabulkan

Independensi MA Dikhawatirkan Terganggu jika Gugatan Kewenangan KY ke MK Dikabulkan

Nasional
Sebaran 747 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

Sebaran 747 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

Nasional
Gus Muhaimin: Indikator Sukses Pembangunan Bukan Cuma Ekonomi, tapi Juga Kebahagiaan Masyarakat

Gus Muhaimin: Indikator Sukses Pembangunan Bukan Cuma Ekonomi, tapi Juga Kebahagiaan Masyarakat

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Ada 492.928 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 17 Oktober: Ada 492.928 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

Nasional
Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

Nasional
Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

Nasional
Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
Ma'ruf: Pemerintah  Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Ma'ruf: Pemerintah Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Nasional
Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video 'Lapor Cak Imin Aja!'

Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video "Lapor Cak Imin Aja!"

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.