Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tolak Interpelasi soal Remisi

Kompas.com - 19/12/2011, 02:35 WIB

Interpelasi ini muncul karena ada dugaan kesalahan prosedur dalam kebijakan itu. Pasalnya, surat edaran Dirjen Pemasyarakatan tanggal 31 Oktober 2011 yang terkait kebijakan itu dibuat tanpa adanya keputusan menteri (kepmen) sebagai dasar hukum. Kepmen terkait kebijakan itu baru dibuat tanggal 16 November 2011. Padahal, surat edaran itu telah membatalkan 102 keputusan Menhuk dan HAM.

Dalam rapat kerja antara Menhuk dan HAM dengan Komisi III pada Rabu pekan lalu disepakati bahwa Menhuk dan HAM akan mengkaji ulang kebijakan itu.

Nasir Djamil, Wakil Ketua Komisi III, menuturkan, pihaknya akan melihat hasil kaji ulang yang dilakukan Menhuk dan HAM yang rencananya akan diberitahukan ke Komisi III pada awal Januari 2012.

”Namun, interpelasi tetap dilanjutkan di masa sidang mendatang, apalagi jika hasil kaji ulangnya tidak baik,” kata Nasir.

Sarifudin Sudding, anggota Komisi III dari Fraksi Partai Hanura, menambahkan, pengajuan hak interpelasi itu bukan berarti Komisi III menolak adanya pengetatan remisi untuk terpidana korupsi atau terorisme.

”Kami setuju adanya pengetatan remisi, bahkan jika perlu penghapusan remisi untuk koruptor. Namun, caranya harus benar, yaitu dengan mengubah dahulu peraturan pemerintah atau undang-undang, bukan dengan sekadar telepon atau surat edaran yang dibuat tanpa landasan hukum,” ujar Sarifudin Sudding. (NWO/LOK)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com