Wafid Mengaku Tak Pernah Diperintah Menpora

Kompas.com - 05/12/2011, 20:33 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games, Wafid Muharam, mengaku tidak pernah mendapat perintah apa pun dari Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng terkait proyek tersebut. Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga nonaktif itu juga kembali menyangkal keterlibatannya dalam memenangkan PT Duta Graha Indah sebagai pelaksana proyek itu.

Hal itu diungkapkan Wafid dalam nota pembelaan atau pledoi pribadinya yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (5/12/2011). Wafid mengaku pernah bertemu dengan Muhammad Nazaruddin dan Mindo Rosalina Manulang sebelum proyek itu berjalan. Saat itu, Muhammad Nazaruddin menyampaikan kepada Wafid bahwa PT DGI akan mengikuti tender proyek senilai Rp 191 miliar tersebut.

"Saya dengar PT DGI pertama kali pada pertemuan Nazaruddin dan Rosa. PT DGI dan BUMN akan ikut. Saya jawab, 'Silakan saja untuk wisma atlet, silakan diurus ke daerah,'" kata Wafid.

Nazaruddin dan Rosa juga terlibat dalam kasus ini. Wafid juga mengakui bahwa dalam pertemuan itu ia pernah menyatakan siap menjalankan perintah asalkan atasan sudah setuju. "Sampai kegiatan berjalan, saya tidak pernah dapat perintah apa pun dari atasan (Menpora)," katanya.

Pertemuan dengan Nazaruddin dan Rosa itu, menurut Wafid, hanyalah pertemuan biasa dan bukan merupakan titik awal kesepakatan tertentu. Pertemuan tersebut sama wajarnya dengan pertemuan Wafid dengan Manajer Pemasaran PT DGI Mohamad El Idris, yang didampingi Mindo Rosalina Manulang di kantor Kemenpora.

"Rosa dengan Dudung wajar, pengusaha yang cari informasi, jawaban saya juga wajar, 'Silakan ke daerah.' Tidak ada pembicaraan komitmen antara saya dengan mereka," ujar Wafid.

Wafid didakwa menerima pemberian berupa cek senilai Rp 3,2 miliar dari Idris dan Rosa. Cek tersebut diduga merupakan commitment fee 2 persen dari nilai proyek atas jasa Wafid dalam membantu pemenangan PT DGI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu kemudian disangkal Wafid. Dia berdalih bahwa cek Rp 3,2 miliar itu merupakan dana talangan yang dipinjamkan swasta untuk membiayai operasional Kemenpora.

"Saya sendiri tidak paham kenapa Bu Rosa dan Pak Idris membawa cek ke saya. Karena saya bilang ke Paul Newo, kementerian butuh dana talangan, mereka angkat tangan dan menyarankan pinjam ke Ibu Rosa," ujar Wafid.

Pada persidangan sebelumnya, Wafid dituntut enam tahun penjara. Tim jaksa penuntut umum menilai Wafid mengarahkan Komite Pembangunan Wisma Atlet di daerah untuk memenangkan PT DGI dengan menyampaikan kepada Ketua Komite Rizal Abdullah agar PT DGI dibantu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pemilih Pemula Antusias, Ganjar Ketiban Pulung...

    Pemilih Pemula Antusias, Ganjar Ketiban Pulung...

    Nasional
    Dukung Pencapaian Program Prioritas, Kementerian KP Gelar Pelatihan Akbar Kelautan dan Perikanan

    Dukung Pencapaian Program Prioritas, Kementerian KP Gelar Pelatihan Akbar Kelautan dan Perikanan

    Nasional
    Tak Setuju Kemenag Disebut Hadiah Negara untuk NU, Pimpinan MPR: Hasil Perjuangan Tokoh Islam Era Kemerdekaan

    Tak Setuju Kemenag Disebut Hadiah Negara untuk NU, Pimpinan MPR: Hasil Perjuangan Tokoh Islam Era Kemerdekaan

    Nasional
    Sebaran 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 24 Oktober 2021

    Sebaran 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 24 Oktober 2021

    Nasional
    UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 32,61 Persen

    UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 32,61 Persen

    Nasional
    UPDATE 24 Oktober: Sebaran 623 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI

    UPDATE 24 Oktober: Sebaran 623 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI

    Nasional
    UPDATE 24 Oktober: 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 24 Oktober: 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE: 214.745 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,12 Persen

    UPDATE: 214.745 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,12 Persen

    Nasional
    UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 5.104

    UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 5.104

    Nasional
    UPDATE 24 Oktober: Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.082.454, Tambah 1.037

    UPDATE 24 Oktober: Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.082.454, Tambah 1.037

    Nasional
    UPDATE 24 Oktober: Tambah 29, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 143.205 Orang

    UPDATE 24 Oktober: Tambah 29, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 143.205 Orang

    Nasional
    Hadiri TB Summit 2021, Dompet Dhuafa Dukung Percepatan Pengurangan Kasus TBC di Indonesia

    Hadiri TB Summit 2021, Dompet Dhuafa Dukung Percepatan Pengurangan Kasus TBC di Indonesia

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 623, Kini Ada 4.240.019 Kasus Covid-19 di Indonesia

    UPDATE: Bertambah 623, Kini Ada 4.240.019 Kasus Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    Usulan Pemerintah Soal Pemilu 15 Mei 2024 Dikhawatirkan Ganggu Tahapan Pilkada

    Usulan Pemerintah Soal Pemilu 15 Mei 2024 Dikhawatirkan Ganggu Tahapan Pilkada

    Nasional
    Mendorong Sinergi Parekraf dan UMKM

    Mendorong Sinergi Parekraf dan UMKM

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.