Wafid Muharam Dituntut 6 Tahun

Kompas.com - 24/11/2011, 01:57 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam dituntut enam tahun penjara dalam kasus suap proyek wisma atlet SEA Games di Palembang. Jaksa menilai Wafid terbukti menerima suap berupa tiga lembar cek senilai Rp 3,2 miliar.

”Meminta majelis hakim memutuskan Wafid Muharam terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” kata Jaksa Agus Salim saat membacakan tuntutannya pada sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (23/11). Jaksa juga menuntut Wafid membayar denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan.

Suap itu diberikan berkaitan dengan pemenangan PT Duta Graha Indah (DGI) sebagai pelaksana pembangunan wisma atlet. ”Terdakwa terbukti telah menerima cek di Kantor Kemenpora senilai Rp 3,2 miliar dari Mohamad El Idris dan Mindo Rosalina Manulang,” ujar Agus.

Menurut tim jaksa yang beranggotakan Agus Salim, Rachmat Supriyadi, dan Handarbaeni Sayekti, cek itu telah diketahui oleh terdakwa karena sehari sebelumnya ia berkomunikasi dengan Mindo. El Idris, Manajer Pemasaran PT DGI; dan Rosalina, Direktur Pemasaran PT Anak Negeri, telah dijatuhi vonis.

Uang Rp 3,2 miliar itu merupakan bagian dari commitment fee yang telah disepakati sebelumnya sebesar 2 persen dari nilai proyek. Nilai proyek wisma atlet di Palembang yang baru saja dipakai untuk menggelar SEA Games XXVI itu Rp 191 miliar.

Jaksa menyebut Wafid mengarahkan agar PT DGI sebagai pemenang tender proyek, dengan menyampaikan kepada Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet Rizal Abdullah agar PT DGI dibantu. Menanggapi tuntutan itu, Wafid menyatakan akan mengajukan pembelaan pribadi. Tim kuasa hukumnya juga akan mengajukan pleidoi.

Selain Wafid, El Idris, dan Mindo yang telah diadili, perkara suap proyek wisma atlet ini juga turut menyeret sejumlah nama lain. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin ditetapkan KPK sebagai tersangka. Ketua KPK Busyro Muqoddas pernah menyatakan, kemungkinan ada tersangka baru dalam kasus ini. Sejumlah politikus diperiksa terkait kasus itu, antara lain Angelina Sondakh, I Wayan Koster, Mahyuddin, dan M Nasir, serta Menpora Andi Mallarangeng. (RAY)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.