Rokok Elektronik Berasap Uap Air

Kompas.com - 19/11/2011, 17:45 WIB

KOMPAS.com - Pernah mendengar yang namanya rokok elektronik? Tentunya bukan merokok melalui email atau yang sejenisnya.  Rokok jenis ini dapat disarankan untuk orang-orang terdekat Anda yang masih mengepulkan asap rokok setiap hari.  Sebab, rokok elektronik mengeluarkan asap yang berbeda dengan rokok biasa. Memang berasap, tetapi asap yang dihasilkan dari uap air dan tidak berbau.

Penemuan electronic cigarette, atau yang disingkat e-cigarette, adalah langkah yang tepat untuk para perokok yang sangat ingin berhenti dari kecanduan nikotin yang terdapat pada rokok konvensional. 

Menurut situs My Smoking Altenatives, rokok elektronik sedang populer di antara para perokok. Perokok tersebut dibagi dalam dua kategori : mereka yang benar-benar ingin berhenti merokok dan kedua, mereka yang masih ingin meneruskan merokok, tetapi dengan "cara yang aman". Dan rokok elektronik menjadi cara untuk perokok kategori kedua.

Rokok elektronik terlihat dan terasa seperti rokok sesungguhnya. Ketika Anda mengisap, ujung rokok akan menyala seperti layaknya rokok biasa.


Rokok elektronik itu juga mengeluarkan asap. Hanya saja, asap itu berasal dari uap air yang sama sekali tidak berbahaya dan tidak berbau. Rokok elektronik dioperasikan dehgan menggunakan teknologi elektronik. Rokok elektronik juga tidak mengandung bahan-bahan berbahaya yang ditemui dalam rokok tradisional. Rokok elektronik tidak mengandung karbon monoksida/ dioksida, tidak berbau, tidak membuat napas menjadi bau, dan juga tidak menguningkan gigi.

Keuntungan lain adalah perokok elektronik tidak membahayakan orang lain, yang biasa disebut sebagai second hand smoke. Mereka bisa tetap merokok di tempat-tempat umum. Sungguh, rokok elektronik itu benar-benar bisa dipakai bergaya dan juga tidak merugikan orang lain.

Ada sembilan alasan mengapa para perokok harus mulai meninggalkan rokok tradisional dan menggantikannya dengan rokok elektronik.

1.  Sehat karena tidak mengandung tar dan karsinogen. Bahkan, sudah ada penelitian yang mengonfirmasi bahwa rokok elektronik tidak menyebabkan kanker.

2. Mendekatkan perokok dengan orang lain. Tidak dapat dipungkiri, jika ada yang merokok di antara kita, biasanya mereka yang tidak merokok akan menghindar. Dengan demikian, si perokok hanya berdiri sendiri di sana untuk menikmati bau rokoknya. Rokok elektronik sama sekali tidak berbau, jadi perokok akan tetap bisa berbaur dengan orang lain.

3. Hilangkan kecanduan secara perlahan. Kebiasaan merokok memang sulit dihentikan, sehingga membuat kecanduan. Nah, dengan rokok elektronik, kecanduan merokok seperti dalam rokok tradisional akan sedikit demi sedikit menghilang.

4. Bebas merokok di mana pun. Tidak perlu mencari smoking area. Bahkan, di dalam pesawat pun masih tetap bisa merokok.

5. Pada akhirnya, kecanduan merokok akan menghilang. Rokok elektronik, secara teknis, memang tidak berhenti merokok, tetapi bisa membantu perokok untuk berhenti kapan pun. Ada empat tingkatan "nikotin" dalam rokok elektronik. Untuk berhenti merokok, setiap kali isap lah nikotin dengan kadar yang menurun. Pada akhirnya perokok akan benar-benar berhenti kecanduan nikotin.

Halaman:


EditorAsep Candra

Terkini Lainnya

Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

Nasional
Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

Nasional
Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

Nasional
Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

Nasional
Jenguk Korban Kerusuhan 22 Mei, Waketum Demokrat Minta Pengusutan Tuntas

Jenguk Korban Kerusuhan 22 Mei, Waketum Demokrat Minta Pengusutan Tuntas

Nasional
Mudik 2019, Pemerintah Siapkan 6.047 Fasilitas Layanan Kesehatan

Mudik 2019, Pemerintah Siapkan 6.047 Fasilitas Layanan Kesehatan

Nasional
KPU Siapkan 20 Pengacara untuk Hadapi BPN Prabowo-Sandiaga di MK

KPU Siapkan 20 Pengacara untuk Hadapi BPN Prabowo-Sandiaga di MK

Nasional
Nasdem Klaim Raih Peningkatan Suara Terbanyak di Pileg 2019

Nasdem Klaim Raih Peningkatan Suara Terbanyak di Pileg 2019

Nasional
Mantan Hakim MK: Narasi Bambang Widjojanto Berbahaya Sekali

Mantan Hakim MK: Narasi Bambang Widjojanto Berbahaya Sekali

Nasional
Hoaks atau Fakta Sepekan: Seputar Kerusuhan 22 Mei, Isu Cacar Monyet hingga Tol Ambruk

Hoaks atau Fakta Sepekan: Seputar Kerusuhan 22 Mei, Isu Cacar Monyet hingga Tol Ambruk

Nasional
'Kalau Alat Bukti BPN Masih Seperti yang ke Bawaslu, Perkara di MK Akan Cepat Selesai'

"Kalau Alat Bukti BPN Masih Seperti yang ke Bawaslu, Perkara di MK Akan Cepat Selesai"

Nasional
Tim Hukum BPN Keluhkan Penutupan Jalan Ke MK, Ini Tanggapan Polri

Tim Hukum BPN Keluhkan Penutupan Jalan Ke MK, Ini Tanggapan Polri

Nasional
Kapolri Bentuk Tim Pencari Fakta Terkait Korban Kerusuhan 22 Mei

Kapolri Bentuk Tim Pencari Fakta Terkait Korban Kerusuhan 22 Mei

Nasional
Menurut Pakar, 51 Bukti yang Dibawa Tim Hukum Prabowo-Sandiaga ke MK Sangat Sedikit

Menurut Pakar, 51 Bukti yang Dibawa Tim Hukum Prabowo-Sandiaga ke MK Sangat Sedikit

Nasional
Polri Janji Tindak Anggota yang Langgar SOP Saat Kerusuhan 22 Mei

Polri Janji Tindak Anggota yang Langgar SOP Saat Kerusuhan 22 Mei

Nasional

Close Ads X