Pemindahan GKI Yasmin Bukan Solusi

Kompas.com - 16/11/2011, 18:41 WIB
Penulis Riana Afifah
|
EditorGlori K. Wadrianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Advokat senior Adnan Buyung Nasution menilai, usulan pemindahan GKI Yasmin tak akan menjadi solusi dari persoalan sengketa rumah ibadah tersebut.

"Tidak ada pindah-pindah itu. Karena kalau kita punya hak, hak itu harus kita pertahankan dong," kata Adnan saat jumpa pers di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Jakarta, Rabu (16/11/2011).

Ia menjelaskan, pihak GKI Yasmin sudah mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) yang sah. Namun, masalahnya sekarang IMB tersebut dianggap tidak berlaku karena pihak gereja dituduh telah memalsukan tanda tangan warga sekitar.

"Mereka kan sudah dapat izin untuk membangun kenapa harus pindah, lain kalau mereka liar. PKL yang di jalanan saja kita bela. Masalah lain itu kan hanya dicari-cari saja," ujar Adnan.

Tidak hanya tuduhan tanda tangan palsu, alasan lain juga dimunculkan untuk menghalangi rumah ibadah ini dibangun yakni pelarangan adanya gereja di jalan yang namanya merupakan tokoh agama Islam. Salah satunya adalah Jalan Kyai Abdullah bin Nuh yang ditempati GKI Yasmin.

"Alasan yang punya jalan tidak rela, padahal pas ditanya ternyata anaknya Abdullah Nuh boleh. Langkah ini akal-akal busuk sajalah," ujarnya.

Sebelumnya memang Pemerintah Kota Bogor menganggarkan dana Rp 3,5 miliar untuk memindahkan gedung GKI Yasmin ke tempat lain di wilayah Kota Bogor. Namun, tawaran ini ditolak pihak GKI Yasmin karena menurutnya gereja tersebut sudah mendapatkan izin yang sah untuk berdiri di situ.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X