Seperempat dari Jumlah Perempuan China Korban KDRT

Kompas.com - 21/10/2011, 16:36 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com — Silakan simak survei tergres dari Pemerintah China soal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa perempuan China. Menurut warta Xinhua pada Jumat (21/10/2011), sekitar seperempat atau tepatnya 24,7 persen dari total jumlah perempuan China pernah mengalami KDRT. Survei itu dilaksanakan oleh The All-China Women's Federation (ACWF) dan Biro Statistik Nasional (NBS).

Survei itu mengklasifikasikan KDRT seperti penghinaan dengan kata-kata, kekerasan fisik, perampasan kebebasan pribadi, kontrol ilegal terhadap pendapatan, dan perkosaan. Survei itu meneliti 105.573 responden perempuan berusia minimal 18 tahun.

Menurut hasil survei yang direalisasikan sejak Desember 2010 tersebut, kekerasan fisik menempati posisi teratas yang dialami perempuan China, sebesar 5,5 persen. Perempuan pedesaan paling sering mengalami hal itu. Angkanya 7,9 persen. Sementara itu, perempuan kawasan perkotaan di angka 3,1 persen.

Menurut Ketua ACWF Zhen Yan, survei semacam itu dilakukan kali pertama pada 1990. Berikutnya pada 2000. "Sampai ke masa kini, perempuan China makin paham soal KDRT ketimbang dua dekade sebelumnya," kata perempuan tersebut.

Menurut survei itu juga, KDRT dipahami sebagai persoalan keluarga. "Namun, kini, kebanyakan perempuan korban melaporkan KDRT ke polisi atau lembaga pemerhati nasib perempuan," imbuh Zhen Yan.

Zhen Yan menambahkan, makin banyak kalangan di China mengupayakan agar pemerintah segera mewujudkan undang-undang anti-KDRT. Media lokal sempat mewartakan kalau peraturan ini sudah menjadi bahan diskusi resmi di eksekutif dan legislatif China.

Perkara KDRT di China mencuat bulan lalu lantaran Li Yang, tokoh pengajar yang memopulerkan metode "Crazy English" pada 1990-an itu, menjadi bulan-bulan kecaman. Pasalnya, ia melakukan kekerasan fisik terhadap istrinya yang orang Amerika Serikat. Khalayak jadi banyak tahu lantaran sang istri memposting foto-foto yang menunjukkan luka-luka fisiknya akibat KDRT oleh Li Yang.
 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.