Pengamat: PKS Akan Main Dua Kaki

Kompas.com - 19/10/2011, 16:31 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik Universitas Gadjah Mada, AAGN Ari Dwipayana, memprediksikan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap akan bermain dua kaki meski satu dari tiga menteri partai itu dicopot.

"PKS akan lebih berhitung pragmatis. PKS akan main dua kaki," katanya seusai seminar di Dewan Perwakilan Daerah, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/10/2011).

Perbedaan pendapat tetap akan muncul di kalangan internal PKS. Ada yang menginginkan PKS keluar dari koalisi, ada juga yang ingin PKS tetap bertahan.

Meski demikian, Ari memprediksikan, PKS akan tetap bertahan menjadi anggota koalisi pendukung pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dengan tiga menteri yang tersisa.


Apalagi, tiga menteri itu tergolong menteri yang strategis. Sementara di sisi lain, PKS akan bertambah kritis pada kebijakan-kebijakan yang diambil Presiden. Sebab, Partai Demokrat dan PKS akan menjadi kompetitor politik dalam pemilu mendatang.

"Satu kaki tetap bertahan di koalisi dengan tiga menteri, dan di sisi lain PKS akan kritis terhadap kebijakan Presiden," tegasnya.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Gibran dan Bobby Maju Pilkada, Puan Sebut Putusan Final di Tangan Megawati

    Gibran dan Bobby Maju Pilkada, Puan Sebut Putusan Final di Tangan Megawati

    Nasional
    Berkenalan dengan Moda Transportasi Baru, LRT Jabodebek

    Berkenalan dengan Moda Transportasi Baru, LRT Jabodebek

    Nasional
    Sayangkan Pernyataan Mahfud MD, Kontras: Orang Awam Juga Tahu Ada Pelanggaran HAM

    Sayangkan Pernyataan Mahfud MD, Kontras: Orang Awam Juga Tahu Ada Pelanggaran HAM

    Nasional
    Komnas HAM Minta Pelaku Kekerasan saat Penggusuran Tamansari Diperiksa

    Komnas HAM Minta Pelaku Kekerasan saat Penggusuran Tamansari Diperiksa

    Nasional
    Ini Langkah Mendagri agar Indonesia Jadi Anggota Penuh FATF

    Ini Langkah Mendagri agar Indonesia Jadi Anggota Penuh FATF

    Nasional
    KPK Dalami Aliran Dana ke Kantong Bupati Lampung Utara Nonaktif

    KPK Dalami Aliran Dana ke Kantong Bupati Lampung Utara Nonaktif

    Nasional
    Saat Pelantikan Wantimpres Molor 25 Menit karena Menunggu Habib Luthfi...

    Saat Pelantikan Wantimpres Molor 25 Menit karena Menunggu Habib Luthfi...

    Nasional
    Jokowi Perintahkan TNI-Polri-BIN Tangkal Gangguan Keamanan Jelang Natal

    Jokowi Perintahkan TNI-Polri-BIN Tangkal Gangguan Keamanan Jelang Natal

    Nasional
    Pemerintah Bakal Sediakan BBM Keliling Selama Libur Natal dan Tahun Baru

    Pemerintah Bakal Sediakan BBM Keliling Selama Libur Natal dan Tahun Baru

    Nasional
    Mahfud MD, Komnas HAM, dan Jaksa Agung Bertemu, Bahas Penuntasan 11 Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu

    Mahfud MD, Komnas HAM, dan Jaksa Agung Bertemu, Bahas Penuntasan 11 Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu

    Nasional
    Komnas HAM: Jika Pendekatan Pemkot Baik, Warga Tamansari Bersedia Dimediasi

    Komnas HAM: Jika Pendekatan Pemkot Baik, Warga Tamansari Bersedia Dimediasi

    Nasional
    Hari HAM Sedunia, Komnas HAM Surati Jokowi soal Tiga Masalah Utama

    Hari HAM Sedunia, Komnas HAM Surati Jokowi soal Tiga Masalah Utama

    Nasional
    Wawancara Khusus - Mahfud MD Menjawab Rumor hingga Bicara Upaya Atasi Industri Hukum - (Bagian 1 dari 2 Tulisan)

    Wawancara Khusus - Mahfud MD Menjawab Rumor hingga Bicara Upaya Atasi Industri Hukum - (Bagian 1 dari 2 Tulisan)

    Nasional
    Jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Mendagri Instruksikan Ini ke Kepala Daerah

    Jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Mendagri Instruksikan Ini ke Kepala Daerah

    Nasional
    Kasus Tamansari, Komnas HAM Minta Kapolda Jawa Barat Tegur Anak Buahnya

    Kasus Tamansari, Komnas HAM Minta Kapolda Jawa Barat Tegur Anak Buahnya

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X