Mari Pangestu Tertantang Kembangkan Ekonomi Kreatif - Kompas.com

Mari Pangestu Tertantang Kembangkan Ekonomi Kreatif

Kompas.com - 19/10/2011, 16:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu merasa tertantang mengemban tugas barunya. Mantan ekonom CSIS ini mengatakan, Indonesia memiliki potensi ekonomi kreatif di tanah air.

"Saya rasa tugas baru ini sangat menantang. Luar biasa bahwa kita mempunyai kementerian yang mengelola dan mengembangkan ekonomi kreatif," kata mantan Menteri Perdagangan ini kepada para wartawan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/10/2011).

Ide menyatukan pariwisata dan ekonomi kreatif, kata Mari, menunjukkan komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam memajukan sektor ekonomi kreatif. Mari memaparkan, sesuai dengan cetak biru saat ini, ekonomi kreatif menyumbang 10 persen dari nilai ekspor Indonesia. Tak hanya itu, ekonomi kreatif telah menyerap setidaknya 7,7 juta tenaga kerja.

Ditanya soal target 100 hari pertama, Mari mengatakan akan membuat organisasi baru untuk menegaskan kehadiran ekonomi kreatif di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Mari berencana mengangkat seorang direktur jenderal ekonomi kreatif.

Ketika menyampaikan pengumuman susunan Kabinet Indonesia Bersatu II di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (18/10/2011) kemarin, Presiden Yudhoyono menilai Mari telah sukses mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia. Dalam melaksanakan tugasnya, Mari dibantu oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorLaksono Hari W

    Terkini Lainnya

    'Baju Kertasku', Saat Kertas Bekas Jadi Berkah Bagi Keluarga Tak Mampu

    "Baju Kertasku", Saat Kertas Bekas Jadi Berkah Bagi Keluarga Tak Mampu

    Megapolitan
    Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

    Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

    Regional
    Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

    Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

    Regional
    Tim Pemenangan Sudirman-Ida Protes TPS Digelar di Dalam Rumah

    Tim Pemenangan Sudirman-Ida Protes TPS Digelar di Dalam Rumah

    Regional
    Pulangkan Sisa Jenazah Tentara Korban Perang, AS Kirim 100 Peti Mati ke Korea

    Pulangkan Sisa Jenazah Tentara Korban Perang, AS Kirim 100 Peti Mati ke Korea

    Internasional
    Dicuri di Jerman Tiga Bulan Lalu, Mobil 'Crane' 48 Ton Ditemukan di Mesir

    Dicuri di Jerman Tiga Bulan Lalu, Mobil "Crane" 48 Ton Ditemukan di Mesir

    Internasional
    Basarnas Belum Pastikan Objek di Dasar Danau Toba KM Sinar Bangun

    Basarnas Belum Pastikan Objek di Dasar Danau Toba KM Sinar Bangun

    Regional
    SBY Curiga TNI, Polri, dan BIN Berpihak, Gerindra Minta Aparat Instrospeksi Diri

    SBY Curiga TNI, Polri, dan BIN Berpihak, Gerindra Minta Aparat Instrospeksi Diri

    Nasional
    Sopir Angkot Diduga Bersekongkol dengan Copet

    Sopir Angkot Diduga Bersekongkol dengan Copet

    Megapolitan
    Minat Masyarakat yang Ingin Naik KA Solo Ekspres Cukup Tinggi

    Minat Masyarakat yang Ingin Naik KA Solo Ekspres Cukup Tinggi

    Regional
    Jaga Netralitas Pilkada, KPPOD Usulkan Pencabutan Hak Politik ASN

    Jaga Netralitas Pilkada, KPPOD Usulkan Pencabutan Hak Politik ASN

    Nasional
    Mengintip Perawatan Bayi Gajah yang Kakinya Hampir Putus di Pidie...

    Mengintip Perawatan Bayi Gajah yang Kakinya Hampir Putus di Pidie...

    Regional
    Urai Kepadatan Arus Balik, 'Contraflow' di Tol Cikampek Diperpanjang

    Urai Kepadatan Arus Balik, "Contraflow" di Tol Cikampek Diperpanjang

    Megapolitan
    Kampanye Presiden Zimbabwe Diteror Ledakan Bom, 41 Orang Terluka

    Kampanye Presiden Zimbabwe Diteror Ledakan Bom, 41 Orang Terluka

    Internasional
    Bantah SBY 'Playing Victim', Demokrat Sebut Politisi PDI-P Panik

    Bantah SBY "Playing Victim", Demokrat Sebut Politisi PDI-P Panik

    Nasional

    Close Ads X