Jero Wacik: Presiden Minta Cepat - Kompas.com

Jero Wacik: Presiden Minta Cepat

Kompas.com - 19/10/2011, 15:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, agar mengelola sumber daya mineral dan energi sebaik-baiknya. Selain itu, Presiden SBY pun meminta agar menteri yang baru dilantik hari ini menemukan ladang-ladang minyak yang baru. Oleh sebab itu, waktu beradaptasi mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata ini pun tidak boleh lama-lama.

"Jadi, perintahnya (Presiden SBY) memang yang paling substansi adalah percepatan," ujar Jero usai menghadiri acara serah terima jabatan dari mantan Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh, di Jakarta, Rabu ( 19/10/2011 ). Jadi, lanjut dia, tidak boleh ada program yang boleh diperlambat. "Harus dipercepat," tegasnya.

Apalagi, ia hanya punya waktu 3 tahun untuk menjabat posisi menteri ini. "Tiga tahun ini harus dipercepat. Termasuk beradaptasinya jangan lama-lama," tambah dia. Ia pun menuturkan akan berusaha fokus di sektor minyak dan gas, listrik dan pertambangan, dan energi terbarukan.

Harapan agar kader Partai Demokrat ini cepat dalam beradaptasi juga dikemukakan oleh Ketua Komisi VII, Teuku Rafly Harsya, dalam kesempatan yang sama. Teuku menyebutkan, masalah pekerjaan rumah dari Kementerian ESDM sebenarnya sudah diketahui umum. Dengan begitu, ia mengharapkan agar Jero bisa mempelajari masalah-masalah tersebut. "Tentunya kita berharap beliau cepat belajar tentang permasalahan yang ada dan melihat catatan-catatan yang menjadi pembahasan kita bersama dengan komisi VII untuk segera mencari solusi-solusi dari berbagai permasalahan yang ada," sebut Teuku.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorErlangga Djumena

    Terkini Lainnya

    'Baju Kertasku', Saat Kertas Bekas Jadi Berkah Bagi Keluarga Tak Mampu

    "Baju Kertasku", Saat Kertas Bekas Jadi Berkah Bagi Keluarga Tak Mampu

    Megapolitan
    Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

    Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

    Regional
    Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

    Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

    Regional
    Tim Pemenangan Sudirman-Ida Protes TPS Digelar di Dalam Rumah

    Tim Pemenangan Sudirman-Ida Protes TPS Digelar di Dalam Rumah

    Regional
    Pulangkan Sisa Jenazah Tentara Korban Perang, AS Kirim 100 Peti Mati ke Korea

    Pulangkan Sisa Jenazah Tentara Korban Perang, AS Kirim 100 Peti Mati ke Korea

    Internasional
    Dicuri di Jerman Tiga Bulan Lalu, Mobil 'Crane' 48 Ton Ditemukan di Mesir

    Dicuri di Jerman Tiga Bulan Lalu, Mobil "Crane" 48 Ton Ditemukan di Mesir

    Internasional
    Basarnas Belum Pastikan Objek di Dasar Danau Toba KM Sinar Bangun

    Basarnas Belum Pastikan Objek di Dasar Danau Toba KM Sinar Bangun

    Regional
    SBY Curiga TNI, Polri, dan BIN Berpihak, Gerindra Minta Aparat Instrospeksi Diri

    SBY Curiga TNI, Polri, dan BIN Berpihak, Gerindra Minta Aparat Instrospeksi Diri

    Nasional
    Sopir Angkot Diduga Bersekongkol dengan Copet

    Sopir Angkot Diduga Bersekongkol dengan Copet

    Megapolitan
    Minat Masyarakat yang Ingin Naik KA Solo Ekspres Cukup Tinggi

    Minat Masyarakat yang Ingin Naik KA Solo Ekspres Cukup Tinggi

    Regional
    Jaga Netralitas Pilkada, KPPOD Usulkan Pencabutan Hak Politik ASN

    Jaga Netralitas Pilkada, KPPOD Usulkan Pencabutan Hak Politik ASN

    Nasional
    Mengintip Perawatan Bayi Gajah yang Kakinya Hampir Putus di Pidie...

    Mengintip Perawatan Bayi Gajah yang Kakinya Hampir Putus di Pidie...

    Regional
    Urai Kepadatan Arus Balik, 'Contraflow' di Tol Cikampek Diperpanjang

    Urai Kepadatan Arus Balik, "Contraflow" di Tol Cikampek Diperpanjang

    Megapolitan
    Kampanye Presiden Zimbabwe Diteror Ledakan Bom, 41 Orang Terluka

    Kampanye Presiden Zimbabwe Diteror Ledakan Bom, 41 Orang Terluka

    Internasional
    Bantah SBY 'Playing Victim', Demokrat Sebut Politisi PDI-P Panik

    Bantah SBY "Playing Victim", Demokrat Sebut Politisi PDI-P Panik

    Nasional

    Close Ads X