Kedepankan Transparansi, Sensus Pajak Disambut Baik

Kompas.com - 30/09/2011, 18:54 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Program sensus pajak nasional yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pajak mendapat sambutan baik dari Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. Sensus ini akan mengedepankan transparansi agar masyarakat tidak lagi berpikiran negatif kepada lembaga perpajakan.

"Sensus ini terbuka transparan, saya yakin melalui komunikasi efektif sasaran bisa dicapai," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, dalam acara Grand Launching Sensus Pajak Nasional di Mangga Dua Square, Jakarta, Jumat (30/9/2011).

Ia mengungkapkan bahwa salah satu faktor penyebab masyarakat yang wajib pajak tidak melakukan kewajiban untuk membayar pajak dan melaporkannya adalah karena proses yang rumit dan terkesan dipersulit. Hal ini membuat para wajib pajak enggan untuk membayar pajak karena selain membuang waktu terkadang tidak ada timbal balik yang diperoleh.

"Banyak wajib pajak mengungkapkan bayar pajak dibikin susah. Kami dukung sensus ini, asal kalo mudah jangan dibikin sulit, pajak betul-betul masuk kas dan untuk pembangunan," tegasnya.

Ia pun menuturkan bahwa sebenarnya warga Jakarta sadar akan wajib pajak sehingga pasti mereka akan melakukan kewajibannya. Hanya saja, kemudahan akses juga harus dilakukan untuk pelayanan kepada para wajib pajak ini.

"Saya percaya orang Jakarta adalah orang-orang bijak, dan orang-orang bijak adalah orang-orang yang bayar pajak," tuturnya.

Ia pun berharap dengan adanya program sensus pajak nasional, masyarakat akan semakin terbantu memahami kewajiban dan hak pajaknya. Sensus pajak di DKI Jakarta selama tiga bulan. Sensus pajak ini dilakukan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat dari 20 juta badan usaha di Indonesia, hanya sekitar 400 ribu badan usaha yang membayar pajak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.