Jemaah GKI Yasmin Bersitegang dengan Satpol PP

Kompas.com - 25/09/2011, 08:47 WIB
EditorAgus Mulyadi

BOGOR, KOMPAS.com - Sejumlah jemaah Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin di Kota Bogor, Jawa Barat, memprotes petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bogor yang melarang mereka menggelar ibadah di trotoar, Minggu (25/9/2011) pagi.

"Kami tidak punya pilihan, karena gereja disegel. Kami hanya bisa beribadah di sini. Mengapa tidak diperbolehkan?" kata salah seorang jemaah laki-laki kepada petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Jemaah lainnya menambahkan, mereka tidak melanggar hukum karena Pemkot Bogor yang dinilai tak taat hukum dengan tetap menyegel gereja mereka.

Ayep Ruhiyat, salah seorang petugas Satpol PP, berusaha menjelaskan bahwa jemaah sebaiknya tidak beribadah di trotoar. Setelah berbicara cukup lama, akhirnya jemaah GKI Taman Yasmin tetap menggelar ibadah di trotoar, tak jauh dari GKI Yasmin.

GKI Yasmin hingga saat ini masih disegel Pemkot Bogor, walaupun Mahkamah Agung (MA) dalam putusannya telah menolak Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Pemkot atas Izin Mendirikan Bangunan GKI Yasmin.

Putusan MA Nomor 127 /PK/TUN/ 2009 pada 9 Desember 2009 itu, ditetapkan untuk mengatasi sengketa yang bermula dari pembekuan IMB yang telah diterbitkan pada 13 Juli 2006 oleh Pemkot Bogor.

Setelah putusan MA turun, Pemkot Bogor mencabut pembekuan IMB, tetapi kemudian mencabut IMB GKI Yasmin pada 11 Maret 2011. Pemkot Bogor menilai ada pelanggaran peraturan, karena menduga ada pemalsuan tanda tangan warga saat proses pengajuan IMB gereja itu. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X