Gayus Tertipu Rp 4 Miliar, Kementerian Bentuk Tim

Kompas.com - 15/09/2011, 04:41 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta membentuk tim untuk menyelidiki pelanggaran dan keterlibatan aparatur Rumah Tahanan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, dalam kasus dugaan penipuan yang dialami Gayus Tambunan di Rutan Cipinang. Penyelidikan dilakukan menyusul pengaduan Gayus yang merasa ditipu oleh seorang terpidana kasus penipuan yang pernah ditahan di Rutan Cipinang.

Hal itu dikatakan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemhuk dan HAM DKI Jakarta Bambang Krisbanu, Rabu (14/9). Menurut Bambang, pertengahan Agustus lalu, Gayus membuat laporan ke pejabat Rutan Kelas I Cipinang karena merasa ditipu AM, terpidana yang ditahan di Rutan Cipinang.

”Namun, penyelidikan kami tak menyentuh kasus penipuannya, tetapi hanya menyelidiki apakah ada petugas rutan yang terlibat dalam kasus itu. Penyelidikan juga untuk mengklarifikasi apakah ada pelanggaran yang dilakukan petugas rutan,” kata Bambang.

Berdasarkan laporan Gayus, kata Bambang, Gayus menyerahkan sekitar 60 lembar uang dollar Singapura dengan nominal 10.000 kepada AM sekitar bulan Juni. Persoalan muncul ketika Gayus meminta uangnya dikembalikan tetapi AM tidak mampu mengembalikan semua uang itu. Gayus lantas melaporkan AM ke pejabat Rutan Cipinang.

Ditemui terpisah, Kepala Rutan Kelas I Cipinang Suharman membenarkan adanya surat laporan Gayus itu. Surat laporan Gayus itu diterima tanggal 19 Agustus lalu. ”Gayus menyebutkan dirinya merasa ditipu oleh AM,” kata Suharman.

Menurut Suharman, selama di Rutan Cipinang, Gayus ditahan di blok tindak pidana korupsi, sedangkan AM ditahan di blok pidana umum. AM divonis empat tahun. Saat ini AM sudah dipindah ke Lembaga Pemasyarakatan Cipinang.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar membantah kebobolan dengan kasus Gayus yang tertipu Rp 4 miliar. Patrialis mengaku tak tahu mengapa Gayus bisa sampai bisa membawa uang sebanyak itu ke sel.

Patrialis mengaku sudah mendapatkan laporan dari jajarannya mengenai tertipunya Gayus dalam kasus penggandaan uang hingga Rp 4 miliar. Menurut Patrialis, uang Gayus itu dibawa ke sel dalam empat tahap. Namun, saat ditanya mengapa Gayus bisa dengan mudah menyelundupkan uang dalam jumlah besar, Patrialis mengatakan tidak ada larangan bagi pengunjung membawa uang.

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Yunus Husein mengaku tidak tahu mengapa Gayus masih memiliki uang dalam jumlah yang sangat besar. (COK/BIL)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.