KPK Harus Buka 32 Kasus Nazaruddin - Kompas.com

KPK Harus Buka 32 Kasus Nazaruddin

Kompas.com - 13/09/2011, 18:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta membuka pemeriksaan 32 kasus dugaan korupsi yang melibatkan Muhammad Nazaruddin. Saat ini hanya dua kasus yang dibuka oleh KPK.

Serikat Pengacara Rakyat (SPR) menyatakan, Ketua KPK Busyro Muqodas sudah menyatakan ada 32 kasus yang melilit Nazaruddin di lima kementerian dengan total nilai Rp 6 triliun. "Informasi Busyro menguatkan dugaan ada mafia proyek yang melibatkan politisi partai berkuasa. Dugaan itu sudah mencuat beberapa bulan lalu ketika Ketua DPR ngotot membangun gedung baru DPR dengan harga di atas kewajaran. Namun, aneh pemberian informasi publik mengenai pengusutan 32 kasus tersebut tidak dilanjutkan hingga kini," kata juru bicara SPR, Habiburokhman.

Menurut Habiburokhman, diduga saat ini ada pihak-pihak yang bergerilya untuk memastikan bahwa KPK hanya mengusut dua kasus yang melilit Nazaruddin. Adapun sisa puluhan kasus akan dibiarkan mengambang.

"Jika KPK bekerja serius, dalam waktu sebulan tersebut sudah ada perkembangan signifikan dari penyelidikan 32 kasus tersebut. Nazaruddin sudah ditangkap dan beberapa orang yang tersangkut kasusnya juga sudah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor. Seharusnya KPK sudah bisa mengungkap kemajuan penyelidikan 30 kasus besar lainnya untuk membuktikan komitmen penegakan hukum," kata Habiburokhman.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorMarcus Suprihadi

    Terkini Lainnya

    Dua Penumpang yang Ditemukan Lemas di Mobil Mengaku Usai Minum Jus

    Dua Penumpang yang Ditemukan Lemas di Mobil Mengaku Usai Minum Jus

    Regional
    Pelajar SMP dan Kekasihnya di Bantaeng Akhirnya Menikah

    Pelajar SMP dan Kekasihnya di Bantaeng Akhirnya Menikah

    Regional
    Gatot Nurmantyo Pilih Capres, Berkuda hingga Pembangunan Manusia

    Gatot Nurmantyo Pilih Capres, Berkuda hingga Pembangunan Manusia

    Nasional
    Survei 'Kompas': Gatot dan Anies Teratas Jadi Cawapres bagi Prabowo

    Survei "Kompas": Gatot dan Anies Teratas Jadi Cawapres bagi Prabowo

    Nasional
    Hari Ini, Setya Novanto Hadapi Vonis Hakim

    Hari Ini, Setya Novanto Hadapi Vonis Hakim

    Nasional
    Berita Populer Politik: Survei 'Kompas' Elektabilitas Jokowi vs Prabowo dan Soal Ganjalan Ijazah SMA Susi Pudjiastuti

    Berita Populer Politik: Survei "Kompas" Elektabilitas Jokowi vs Prabowo dan Soal Ganjalan Ijazah SMA Susi Pudjiastuti

    Nasional
    Survei 'Kompas': JK dan Prabowo Teratas Jadi Cawapres Jokowi

    Survei "Kompas": JK dan Prabowo Teratas Jadi Cawapres Jokowi

    Nasional
    BMKG: Waspadai Petir dan Angin Kencang di Jaktim dan Jaksel

    BMKG: Waspadai Petir dan Angin Kencang di Jaktim dan Jaksel

    Megapolitan
    Jangan Tinggalkan Sampah Plastikmu, Yuk Bawa Wadah Sendiri ke Tempat Wisata

    Jangan Tinggalkan Sampah Plastikmu, Yuk Bawa Wadah Sendiri ke Tempat Wisata

    Megapolitan
    Dedi Mulyadi: Generasi Milenial Itu Justru Paham Pentingnya Lingkungan

    Dedi Mulyadi: Generasi Milenial Itu Justru Paham Pentingnya Lingkungan

    Regional
    Tangis Histeris Ibu Wakapolres Labuhan Batu, 'Andi, Mamak Ini, Anakku...'

    Tangis Histeris Ibu Wakapolres Labuhan Batu, "Andi, Mamak Ini, Anakku..."

    Regional
    Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

    Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

    Regional
    Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

    Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

    Internasional
    Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

    Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

    Nasional
    Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

    Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

    Nasional

    Close Ads X