Menakertrans Buka Peluang Bagi KPK

Kompas.com - 26/08/2011, 13:01 WIB
EditorRobert Adhi Ksp

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar berjanji memberi peluang seluas-luasnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk meneruskan langkah-langkah hukum guna menuntaskan dugaan kasus suap yang melibatkan dua pejabat di Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Hal ini dikatakan Muhaimin di Jakarta, Jumat (26/8/2011), menyusul penangkapan dua pejabat Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis malam.

"Saya juga akan segera memantau program-program transmigrasi agar tak ada lagi penyelewengan. Jangan sampai ada mark-up atau program transmigrasi yang terhambat karena kasus suap ini," katanya usai melepas rombongan mudik penjual warung makan mie instan.

Kedua pejabat di bidang transmigrasi dan seorang pengusaha ditangkap KPK karena diduga melakukan praktik suap. Diberitakan, KPK juga menyita uang sebesar Rp 1,5 miliar terkait dugaan suap itu.

Muhaimin mengaku terpukul dan marah karena kasus dugaan suap tersebut. "Saya terpukul, kecewa, dan marah kenapa peristiwa begini masih saja terjadi," ucapnya.

Selanjutnya, ia akan menginstruksikan semua direktur jenderal di kementrian yang ia pimpin untuk mewaspadai penyelewengan, terutama mark-up. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KUHP Baru, Pengeroyokan dan Vandalisme Bisa Dipenjara 5 Tahun

KUHP Baru, Pengeroyokan dan Vandalisme Bisa Dipenjara 5 Tahun

Nasional
Gelar Pesta di Jalan Umum Tanpa Izin Didenda Rp 10 Juta di KUHP Baru

Gelar Pesta di Jalan Umum Tanpa Izin Didenda Rp 10 Juta di KUHP Baru

Nasional
Pemerintah Sebut Pencairan Bantuan Rumah Rusak di Cianjur Dilakukan 5 Tahap

Pemerintah Sebut Pencairan Bantuan Rumah Rusak di Cianjur Dilakukan 5 Tahap

Nasional
Perjalanan Kasus Ismail Bolong: Sempat Singgung Kabareskrim hingga Kini Jadi Tersangka

Perjalanan Kasus Ismail Bolong: Sempat Singgung Kabareskrim hingga Kini Jadi Tersangka

Nasional
Ferdy Sambo Batal Bersaksi untuk Hendra Kurniawan

Ferdy Sambo Batal Bersaksi untuk Hendra Kurniawan

Nasional
Anies Bakal ke Solo Hadiri Pernikahan Kaesang Setelah Kunjungan dari Makassar dan Papua

Anies Bakal ke Solo Hadiri Pernikahan Kaesang Setelah Kunjungan dari Makassar dan Papua

Nasional
Survei Poltracking: BLT Jadi Program Pemerintahan Jokowi-Maruf Paling Dirasakan Masyarakat

Survei Poltracking: BLT Jadi Program Pemerintahan Jokowi-Maruf Paling Dirasakan Masyarakat

Nasional
Kisah Erika Widianti, Perempuan SAR Tangguh yang Bekerja untuk Kemanusiaan

Kisah Erika Widianti, Perempuan SAR Tangguh yang Bekerja untuk Kemanusiaan

Nasional
2 Komandan Kapal Selam TNI AL Resmi Berganti, Ini Namanya

2 Komandan Kapal Selam TNI AL Resmi Berganti, Ini Namanya

Nasional
Survei Poltracking: Kepuasan Publik atas Kerja Pemerintah dan Jokowi-Ma'ruf Naik

Survei Poltracking: Kepuasan Publik atas Kerja Pemerintah dan Jokowi-Ma'ruf Naik

Nasional
Tinjau Sekolah Terdampak Gempa di Cianjur, Jokowi: 3 Bulan Harus Selesai Pembangunan Kembali

Tinjau Sekolah Terdampak Gempa di Cianjur, Jokowi: 3 Bulan Harus Selesai Pembangunan Kembali

Nasional
Maksimalkan Efisiensi Tenaga Listrik, Ditjen EBTKE Pasang 355 Lampu Jalan Bertenaga Surya di Maluku

Maksimalkan Efisiensi Tenaga Listrik, Ditjen EBTKE Pasang 355 Lampu Jalan Bertenaga Surya di Maluku

Nasional
Jokowi Minta TNI dan Polri Bantu Warga Cianjur Bersihkan Puing-puing Usai Gempa

Jokowi Minta TNI dan Polri Bantu Warga Cianjur Bersihkan Puing-puing Usai Gempa

Nasional
Stafsus Presiden Sebut Pasal Perzinaan Justru Hormati Perkawinan

Stafsus Presiden Sebut Pasal Perzinaan Justru Hormati Perkawinan

Nasional
Islam Menolak Teror

Islam Menolak Teror

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.