Infrastruktur Masih Jadi "PR" Pemerintah

Kompas.com - 22/08/2011, 20:23 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah harus meningkatkan anggaran negara (APBN) untuk belanja modal demi akselerasi pembangunan. Hal tersebut karena pembangunan infrastruktur masih lambat.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Destry Damayanti, dalam paparan perekonomian Indonesia, di Jakarta, Senin (22/8/2011), mengatakan APBN merupakan tantangan dalam perekonomian Indonesia. Sekalipun, jika melihat kontribusi APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) terhadap produk domestik bruto (PDB) hanya sekitar sembilan persen.

"Tapi peranan anggaran ini sebagai stimulus ekonomi itu menjadi penting. Tapi kalau kita lihat di sini komposisinya masih berorientasi pada pengeluaran yang rutin," ujar Destry.

Kondisi tersebut, lanjut dia, sebenarnya tidak terlalu buruk. Karena gaji pegawai berdampak positif terhadap daya belinya.

"Tapi yang menjadi concern makin lama itu pengeluaran yang ke pembangunan, ke kapital atau modal, itu makin kecil. Tidak menunjukkan suatu pertumbuhan yang berarti," tegas dia.

Anggaran pemerintah untuk modal selalu lebih rendah dari pengeluaran rutin juga anggaran subsidi.

"Jadi ini sebenarnya PR (pekerjaan rumah). PR dari pemerintah juga, dan PR dari kita semua untuk bisa lebih mengingatkan pemerintah karena pengeluaran modal ini menjadi penting untuk mengakselerasi pembangunan kita ke depan, yaitu dengan mendorong pembangunan infrastruktur ke depannya," ucap dia.

Untuk diketahui, berdasarkan data Kementerian Keuangan, rasio belanja modal terhadap APBN hanya 10,7 persen pada 2011. Sementara belanja pegawai sebesar 13,8 persen. Tahun depan, belanja modal tetap di bawah belanja pegawai dengan persentase sebesar 11,9 persen. Dan, belanja pegawai tetap lebih tinggi dengan 15,2 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.