JAKARTA, KOMPAS.com - Para ahli kehutanan akan bertemu di Jakarta, 27 September mendatang. Mereka akan mendikusikan berbagai tantangan dan kesempatan yang dihadapi Indonesia, dalam penggunaan kekayaan alam ini secara lestari.
Dalam siaran pers yang dikirim melalui surat elektronik oleh Center for International Forestry Research (CIFOR), Senin (15/8/2011) siang, disebutkan, konferensi ini selain didukung CIFOR juga didukung kelompok bisnis, LSM, kementerian terkait, kedutaan negara-negara sahabat, dan organisasi internasional.
Konferensi tersebut berjudul "Hutan Indonesia: Alternatif masa depan untuk memenuhi kebutuhan pangan, kayu, energi dan REDD+".
Sebanyak 39 pembicara, panelis, dan moderator dijadwalkan hadir, termasuk Utusan Khusus Perubahan Iklim Bank Dunia Andrew Steer, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto, dan Nana Suparna dari Asosiasi Pengusahaan Hutan Indonesia.
Mereka akan mengemukakan pandangannya, mengenai bagaimana Indonesia dapat mengelola hutan dalam masa transisi menuju pertumbuhan ekonomi rendah karbon.
"Semakin banyak orang menyadari bahwa pola tata guna lahan di Indonesia sekarang ini tidak lestari. Dan, penting bagi negara ini meninjau alternatif pilihan, untuk memenuhi berbagai tujuan nasional yang saat ini saling berbenturan," kata Frances Seymour, Direktur Jenderal CIFOR.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.