Nazaruddin Takkan Pelesir seperti Gayus

Kompas.com - 14/08/2011, 19:12 WIB
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Penanggung jawab rumah tahanan Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, memastikan Muhammad Nazaruddin tidak akan keluar-masuk rutan seperti pernah dilakukan oleh Gayus Tambunan, terdakwa pemalsuan paspor palsu. Gayus puluhan kali keluar masuk sel keluar-masuk sel saat ditahan di Rutan Mako Brimob, dengan menyogok petugas keamanan rutan.

"Kepala Rutan Kompol Basuki tidak diragukan integritasnya. Banyak hal yang sudah kami ujikan kepada dia. Kepala Korps Brimob saja dilarang masuk sel Nazar sama dia, apalagi yang lain," ujar Juru Bicara Mako Brimob Ajun Komisaris Besar Budiman di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Minggu (14/8/2011).

Budiman mengatakan, peristiwa kaburnya Gayus dari Rutan Brimob menjadi momentum bagi Brimob untuk merombak susunan pengelolaan pengamanan Rutan tersebut. Ia mengatakan, pada saat Gayus "pelesir", pengelolaan pengamanan Rutan tidak berada sepenuhnya di tangan Brimob, melainkan di bawah tanggung jawab Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Mabes Polri.

"Sekarang semuanya dari pihak Brimob termasuk Kepala Rutan-nya dan KPK juga sudah menempatkan dua orang untuk menjaga sel beliau (Nazaruddin). Jadi kami bisa melakukan pengawasan ketat terus," katanya.

Seperti diketahui, Gayus Tambunan dapat keluar-masuk tahanan selama menjalani masa tahanan di Mako Brimob. Dia juga diduga menyuap petugas Mako Brimob agar dapat keluar masuk tahanan.

Selain itu, menurut Gayus, tahanan lain, seperti besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Aulia Pohan, juga kerap melakukan hal yang sama. Demikian juga dengan mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji saat ditahan.

Adapun Nazaruddin ditempatkan di blok yang sama dengan Gayus, yakni blok B Rutan Mako Brimob. Dalam sel mantan Bendara Umum Partai Demokrat tersebut, hanya terdapat satu buah tempat tidur, sofa kecil, dan lemari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kementerian/Lembaga Diminta Implementasi dan Awasi PSE Lingkup Privat Demi Tekan Kejahatan Siber

    Kementerian/Lembaga Diminta Implementasi dan Awasi PSE Lingkup Privat Demi Tekan Kejahatan Siber

    Nasional
    Gugatan Praperadilan Nizar Dahlan Lawan KPK Terkait Laporan Dugaan Gratifikasi Suharso Monoarfa Diputus Hari Ini

    Gugatan Praperadilan Nizar Dahlan Lawan KPK Terkait Laporan Dugaan Gratifikasi Suharso Monoarfa Diputus Hari Ini

    Nasional
    Litbang Kompas: 77 Tahun Indonesia Merdeka, Mayoritas Anggap Rakyat Belum Maju dan Sejahtera

    Litbang Kompas: 77 Tahun Indonesia Merdeka, Mayoritas Anggap Rakyat Belum Maju dan Sejahtera

    Nasional
    Jejak Prabowo di Tiga Pemilu Presiden: 2009, 2014, dan 2019

    Jejak Prabowo di Tiga Pemilu Presiden: 2009, 2014, dan 2019

    Nasional
    Ruang Politik Ganjar Pranowo di antara Partai-partai

    Ruang Politik Ganjar Pranowo di antara Partai-partai

    Nasional
    Aneka Drama di Hari Penutupan Pendaftaran Partai Calon Peserta Pemilu 2024

    Aneka Drama di Hari Penutupan Pendaftaran Partai Calon Peserta Pemilu 2024

    Nasional
    Minta Petani Diversifikasi Pangan, Jokowi: Hati-hati, Jangan Hanya Beras...

    Minta Petani Diversifikasi Pangan, Jokowi: Hati-hati, Jangan Hanya Beras...

    Nasional
    Terkini soal Kasus Brigadir J: Laporan Pelecehan Istri Ferdy Sambo Dihentikan, Bharada E Dapat Perlindungan Darurat

    Terkini soal Kasus Brigadir J: Laporan Pelecehan Istri Ferdy Sambo Dihentikan, Bharada E Dapat Perlindungan Darurat

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Bharada E Cabut Kuasa Deolipa karena Tidak Nyaman | Megawati Gembleng Capres PDI-P

    [POPULER NASIONAL] Bharada E Cabut Kuasa Deolipa karena Tidak Nyaman | Megawati Gembleng Capres PDI-P

    Nasional
    24 Parpol Lolos ke Tahap Verifikasi Calon Peserta Pemilu 2024, Ini Daftarnya

    24 Parpol Lolos ke Tahap Verifikasi Calon Peserta Pemilu 2024, Ini Daftarnya

    Nasional
    Pendaftaran Pemilu Ditutup, KPU Masih Periksa Berkas 16 Partai

    Pendaftaran Pemilu Ditutup, KPU Masih Periksa Berkas 16 Partai

    Nasional
    6 Parpol Serahkan Berkas Fisik di Hari Terakhir Pendaftaran Pemilu 2024

    6 Parpol Serahkan Berkas Fisik di Hari Terakhir Pendaftaran Pemilu 2024

    Nasional
    Pendaftaran Resmi Ditutup, 40 Parpol Daftar Jadi Peserta Pemilu 2024 ke KPU

    Pendaftaran Resmi Ditutup, 40 Parpol Daftar Jadi Peserta Pemilu 2024 ke KPU

    Nasional
    Tanggal 16 Agustus Hari Memperingati Apa?

    Tanggal 16 Agustus Hari Memperingati Apa?

    Nasional
    Apa Itu Whistleblower dan Contoh Kasusnya

    Apa Itu Whistleblower dan Contoh Kasusnya

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.