Akil:Percuma Bawa Marzuki Alie ke BK DPR

Kompas.com - 01/08/2011, 16:27 WIB
EditorRobert Adhi Kusumaputra

JAKARTA, KOMPAS.com — Hakim Konstitusi Akil Mochtar menilai percuma saja melaporkan Marzuki Alie ke Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat. Pasalnya, Tata Tertib DPR menyebutkan bahwa hasil dari BK harus dilaporkan kepada Ketua DPR. Ketua DPR bisa memveto hasil BK tersebut.

"Memang kasus itu bisa dibawa ke ranah etik. Tetapi, menurut saya, itu tidak mungkin. Ketua DPR bisa memveto. Jadi, menurut saya, agak tidak mungkin. Seperti main-main, gitu lo," ujar Akil, saat ditemui di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (1/8/2011).

Menurut dia, BK sebagai lembaga yang bersifat permanen seharusnya tidak perlu menunggu adanya laporan masyarakat terkait Marzuki. BK bisa berinisiatif memeriksa anggotanya yang diduga berbuat tidak pantas.

Bagi Akil, pernyataan pembubaran KPK tersebut tidak pantas diucapkan oleh seorang Ketua DPR. Menurut dia, pernyataan tersebut sangat tidak obyektif dan penuh dengan kepentingan.

Ia curiga usul Marzuki Alie tersebut sebenarnya untuk mengamankan orang-orang Partai Demokrat yang disebut oleh M Nazarudin pernah bertemu dengan pimpinan KPK. Apabila KPK dibubarkan, orang-orang, seperti Anas Urbaningrum, Saan Mustafa, dan Benny K Harman yang pernah disebut bertemu Ade Raharja dan Chandra M Hamzah, tidak diperiksa oleh Tim Etik KPK.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Anggota DPR Minta Penindakan Teroris Beriringan dengan Deradikalisasi

    Anggota DPR Minta Penindakan Teroris Beriringan dengan Deradikalisasi

    Nasional
    Antipasi Masuknya Varian Mu dan Lambda, Pemerintah Batasi Pintu Masuk RI

    Antipasi Masuknya Varian Mu dan Lambda, Pemerintah Batasi Pintu Masuk RI

    Nasional
    PPKM Diperpanjang, Perusahaan Sektor Non-esensial Bisa Terapkan WFO 25 Persen dari Kapasitas

    PPKM Diperpanjang, Perusahaan Sektor Non-esensial Bisa Terapkan WFO 25 Persen dari Kapasitas

    Nasional
    Sedekah Wi-Fi untuk Para Pewaris Negeri

    Sedekah Wi-Fi untuk Para Pewaris Negeri

    Nasional
    UPDATE 20 September: 45,2 Juta Orang Sudah Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

    UPDATE 20 September: 45,2 Juta Orang Sudah Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

    Nasional
    Luhut: Kami Tak Akan Lakukan Perubahan Kebijakan Pandemi yang Drastis, Mohon Pengertiannya

    Luhut: Kami Tak Akan Lakukan Perubahan Kebijakan Pandemi yang Drastis, Mohon Pengertiannya

    Nasional
    Luhut: Positivity Rate Covid-19 Indonesia Kini di Bawah 2 Persen

    Luhut: Positivity Rate Covid-19 Indonesia Kini di Bawah 2 Persen

    Nasional
    Luhut: Liga 2 Bisa Digelar di Daerah PPKM Level 3 dan 2 di Jawa Bali

    Luhut: Liga 2 Bisa Digelar di Daerah PPKM Level 3 dan 2 di Jawa Bali

    Nasional
    UPDATE: Sebaran 1.932 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

    UPDATE: Sebaran 1.932 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

    Nasional
    Ini Syarat Terbaru Masuk Bioskop Selama PPKM Jawa-Bali hingga 4 Oktober

    Ini Syarat Terbaru Masuk Bioskop Selama PPKM Jawa-Bali hingga 4 Oktober

    Nasional
    UPDATE: Kasus Harian Covid-19 Kembali di Bawah 2.000 Setelah Lebih dari Setahun

    UPDATE: Kasus Harian Covid-19 Kembali di Bawah 2.000 Setelah Lebih dari Setahun

    Nasional
    Wapres Berencana Datang ke Papua dalam Rangka PON XX

    Wapres Berencana Datang ke Papua dalam Rangka PON XX

    Nasional
    Sebaran 166 Kasus Kematian akibat Covid-19, Tertinggi di Jawa Timur

    Sebaran 166 Kasus Kematian akibat Covid-19, Tertinggi di Jawa Timur

    Nasional
    Lebih dari 1,1 Juta Dosis Vaksin Pfizer Tahap Ke-69 Tiba di Indonesia

    Lebih dari 1,1 Juta Dosis Vaksin Pfizer Tahap Ke-69 Tiba di Indonesia

    BrandzView
    Ditargetkan Selesai Hari Ini, Fit and Proper Test Calon Hakim Agung Maraton hingga Pukul 23.00

    Ditargetkan Selesai Hari Ini, Fit and Proper Test Calon Hakim Agung Maraton hingga Pukul 23.00

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.