7 Pernyataan Marzuki yang Kontroversial

Kompas.com - 01/08/2011, 14:16 WIB
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPR RI Marzuki Alie menjadi bintang pemberitaan media pekan ini. Ia kembali melontarkan dua pernyataan kontroversial, Jumat (29/7/2011) pekan lalu.

Pertama, ia menyampaikan gagasan soal pembubaran KPK. Marzuki mengatakan, lembaga ad hoc tersebut lebih baik dibubarkan jika memang tak ada orang-orang yang kredibel dan pantas untuk duduk di sana. Kedua, ia mengajukan wacana pemaafan koruptor. Menurutnya, gagasan ini merupakan terobosan untuk memberantas korupsi di Indonesia. 

Ini bukan kali pertama Marzuki menuai kritik terkait pernyataan yang dilontarkannya sebagai pucuk pimpinan wakil rakyat di parlemen. Koalisi Masyarakat Sipil mencatat, ada tujuh pernyataan Marzuki yang kontroversial.

"Dalam catatan kami ada tujuh pernyataan yang blunder dari Marzuki Alie," ucap aktivis Indonesia Corruption Watch, Emerson Yuntho, kepada wartawan di Jakarta, Senin (1/8/2011). 

Berikut tujuh pernyataan Marzuki yang menjadi kontroversi di masyarakat luas.

1. Pernyataan soal nelayan yang menjadi korban tsunami Mentawai, Sumatera Barat, 27 Oktober 2010. "Ada pepatah, kalau takut ombak, jangan tinggal di pantai."

2. Pernyataan soal sejumlah kasus yang menimpa TKW di luar negeri pada 26 Februari 2011. "PRT TKW itu membuat citra buruk, sebaiknya tidak kita kirim, karena memalukan."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

3. Menanggapi kritik tentang anggota DPR yang membawa istri saat kunjungan kerja. Ini diungkapkannya pada 17 Februari 2011. "Laki-laki sifatnya macam-macam. Ya perlu diurus untuk minum obat atau pingin hubungan rutin dengan istrinya. Itu terserah. Sepanjang tidak menggunakan uang negara,"

4. Mengomentari rencana pembangunan Gedung baru DPR, 9 Mei 2011. Menurutnya, rakyat tidak perlu dilibatkan. "DPR ini bukan ngurusin gedung, tapi rakyat. Kalau saudara-saudara tanya soal gedung terus, DPR tak ada lagi, ngurusin gedung aja."

5. Menanggapi hama ulat bulu di Pulau Jawa, 13 April 2011. "Saya dengar ulat bulu sampai ke Jakarta. Itu peringatan Tuhan."

6. Soal memaafkan koruptor, 29 Juli 2011. "Jadi kita maafkan semuanya. Capek kita ngurusin masa lalu terus." Ini diungkapkannya pada 29 Juli 2011.

7. Terakhir, mengenai keterlibatan petinggi KPK yang diduga terlibat skandal. "Kalau tudingan Nazaruddin terbukti, sebaiknya KPK bedol desa atau lembaga dibubarkan saja." Pernyataan ini juga diungkapkan pada 29 Juli 2011.

 

Lihat: Video Pernyataan Marzuki

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Jokowi Ingin Seluruh Kekuatan Dikerahkan untuk Pencarian dan Evakuasi Korban Erupsi Semeru

    Jokowi Ingin Seluruh Kekuatan Dikerahkan untuk Pencarian dan Evakuasi Korban Erupsi Semeru

    Nasional
    Terima Tawaran Jadi ASN Polri, Novel Baswedan dkk Harap Bisa Kembali ke KPK

    Terima Tawaran Jadi ASN Polri, Novel Baswedan dkk Harap Bisa Kembali ke KPK

    Nasional
    Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur di Banjar, KPK Dalami Aliran Fee ke Sejumlah Pihak

    Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur di Banjar, KPK Dalami Aliran Fee ke Sejumlah Pihak

    Nasional
    Kasus Bupati Musi Banyuasin, KPK Panggil Istri Alex Noerdin

    Kasus Bupati Musi Banyuasin, KPK Panggil Istri Alex Noerdin

    Nasional
    Tinjau Lokasi Terdampak Erupsi Semeru, Jokowi Sampaikan Dukacita Mendalam

    Tinjau Lokasi Terdampak Erupsi Semeru, Jokowi Sampaikan Dukacita Mendalam

    Nasional
    PPKM Level 3 Dibatalkan, Pemerintah Dinilai Belum Lakukan Kajian Seluruh Aspek

    PPKM Level 3 Dibatalkan, Pemerintah Dinilai Belum Lakukan Kajian Seluruh Aspek

    Nasional
    Pemerintah Minta Masyarakat Kurangi Mobilitas Jelang dan Saat Libur Nataru

    Pemerintah Minta Masyarakat Kurangi Mobilitas Jelang dan Saat Libur Nataru

    Nasional
    2.000 Rumah Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Jokowi Perintahkan Relokasi

    2.000 Rumah Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Jokowi Perintahkan Relokasi

    Nasional
    Rapat Paripurna, DPR Sahkan Revisi Undang-Undang Kejaksaan Jadi UU

    Rapat Paripurna, DPR Sahkan Revisi Undang-Undang Kejaksaan Jadi UU

    Nasional
    Menlu: 96 Negara Belum Penuhi Target WHO Capai Vaksinasi Covid-19 40 Persen

    Menlu: 96 Negara Belum Penuhi Target WHO Capai Vaksinasi Covid-19 40 Persen

    Nasional
    Corona Varian Omicron Menyebar, Ketimpangan Vaksin di Afrika Jadi Sorotan

    Corona Varian Omicron Menyebar, Ketimpangan Vaksin di Afrika Jadi Sorotan

    Nasional
    KPK Dalami Pengajuan Usulan Dana Insentif Daerah Tabanan

    KPK Dalami Pengajuan Usulan Dana Insentif Daerah Tabanan

    Nasional
    Menuju Indonesia Negara Adidaya

    Menuju Indonesia Negara Adidaya

    Nasional
    Lima Terdakwa Asabri Dituntut 10 hingga 15 Tahun Penjara

    Lima Terdakwa Asabri Dituntut 10 hingga 15 Tahun Penjara

    Nasional
    Perpanjangan PPKM Luar Jawa-Bali 7-23 Desember, Ini Daftar Daerah Berstatus Level 2

    Perpanjangan PPKM Luar Jawa-Bali 7-23 Desember, Ini Daftar Daerah Berstatus Level 2

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.