Video: Inilah Pernyataan Marzuki Itu

Kompas.com - 01/08/2011, 11:14 WIB
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPA.com — Pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie mengenai pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi dan pemberian maaf kepada koruptor menuai kontroversi. Banyak pihak yang menyesalkan pernyataan tersebut. Karena pernyataan ini pula, Serikat Pengacara Rakyat melaporkan Marzuki ke Badan Kehormatan DPR.

Pernyataan ini dilontarkan kali pertama oleh Marzuki di Gedung DPR, Jumat (29/7/2011). Soal pembubaran KPK, Marzuki mengatakan, lembaga ad hoc tersebut lebih baik dibubarkan jika memang tak ada orang-orang yang kredibel dan pantas untuk duduk di sana. 

Sementara itu, soal pemaafan koruptor, hal menurutnya merupakan terobosan untuk memberantas korupsi di Indonesia. "Semua orang (koruptor) yang ada di luar negeri. Uang-uang kotor silakan masuk ke dalam negeri dan dikenakan pajak. (Mereka) kita maafkan, berikan pengampunan, tetapi laporkan semuanya di-clear-kan. Kita mulai dari awal dengan sesuatu hal yang baru," terangnya.

Berikut pernyatan Marzuki yang disampaikan kepada KompasTV di kediamannya.

 

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kantongi 817 Aduan Bansos, Ombudsman Sarankan Pemerintah Evaluasi Kebijakan Covid-19

    Kantongi 817 Aduan Bansos, Ombudsman Sarankan Pemerintah Evaluasi Kebijakan Covid-19

    Nasional
    ICW Sebut Praktik Korupsi di Perguruan Tinggi Bukan Hal Baru, Ini Modus-modusnya...

    ICW Sebut Praktik Korupsi di Perguruan Tinggi Bukan Hal Baru, Ini Modus-modusnya...

    Nasional
    Putusan Berkekuatan Hukum Tetap, KPK Segera Eksekusi Bupati Cianjur

    Putusan Berkekuatan Hukum Tetap, KPK Segera Eksekusi Bupati Cianjur

    Nasional
    Mensos: Rakyat Berharap Besar pada Kemensos dalam Penanggulangan Covid-19

    Mensos: Rakyat Berharap Besar pada Kemensos dalam Penanggulangan Covid-19

    Nasional
    Imaji Harapan dan Ancaman di Masa Pandemi

    Imaji Harapan dan Ancaman di Masa Pandemi

    Nasional
    Kasus Jiwasraya, Benny Tjokro dan Heru Hidayat Juga Didakwa dengan Pasal Pencucian Uang

    Kasus Jiwasraya, Benny Tjokro dan Heru Hidayat Juga Didakwa dengan Pasal Pencucian Uang

    Nasional
    Hadapi Pandemi, Masyarakat Diminta Perbanyak Konsumsi Sumber Vitamin Alami

    Hadapi Pandemi, Masyarakat Diminta Perbanyak Konsumsi Sumber Vitamin Alami

    Nasional
    Ombudsman: Dinsos Paling Banyak Dilaporkan Terkait Dampak Pandemi

    Ombudsman: Dinsos Paling Banyak Dilaporkan Terkait Dampak Pandemi

    Nasional
    Divonis Langgar Hukum soal Blokir Internet Papua, Ini Tanggapan Menkominfo

    Divonis Langgar Hukum soal Blokir Internet Papua, Ini Tanggapan Menkominfo

    Nasional
    Enam Terdakwa Kasus Jiwasraya Didakwa Rugikan Negara Rp 16,8 Triliun

    Enam Terdakwa Kasus Jiwasraya Didakwa Rugikan Negara Rp 16,8 Triliun

    Nasional
    Ketua DPR Minta Perguruan Tinggi Gelar Kajian Ilmiah Menyongsong Tatanan Baru

    Ketua DPR Minta Perguruan Tinggi Gelar Kajian Ilmiah Menyongsong Tatanan Baru

    Nasional
    Kemenlu: Jumlah WNI Meninggal akibat Covid-19 di Saudi Bertambah 6 Orang

    Kemenlu: Jumlah WNI Meninggal akibat Covid-19 di Saudi Bertambah 6 Orang

    Nasional
    Yuri: Sebagian Besar Penderita Covid-19 Tak Punya Gejala Klinis Berat

    Yuri: Sebagian Besar Penderita Covid-19 Tak Punya Gejala Klinis Berat

    Nasional
    ICW Mempertanyakan Mengapa KPK Tak Menjerat Rektor UNJ

    ICW Mempertanyakan Mengapa KPK Tak Menjerat Rektor UNJ

    Nasional
    471 Pasien Sembuh dari Covid-19, Terbanyak di DKI Jakarta

    471 Pasien Sembuh dari Covid-19, Terbanyak di DKI Jakarta

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X