Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Puasa, Petani Blewah Malah Gagal Panen

Kompas.com - 31/07/2011, 20:35 WIB

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Buah blewah menjadi salah satu idaman masyarakat untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan. Namun, apa jadinya jika tanaman buah tersebut tiba-tiba diserang hama? Petani pun terancam gagal panen.

Hal itu yang dialami sejumlah petani di Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Baidawi (47), salah satu petani di desa tersebut, begitu terkejut saat daun pada tanaman blewahnya tiba-tiba mengering.

Dia memperkirakan, tanamannya mengering dalam jangka waktu dua hari. "Saya heran! Biasanya serangan hamanya datang pada malam hari. Sebab, saat pagi bercak-bercak kecoklatan di daun tiba-tiba banyak," kata Baidawi, Minggu (31/7/2011).

Awalnya, dia tidak mengira kalau hama tersebut akan menyebabkan kering pada daun. Namun, semakin lama serangan hama tersebut semakin banyak. Tanaman seluas 1,2 hektar tersebut menjadi terancam gagal panen. "Sudah saya coba beberapa jenis obat buah dan obat daun untuk menanggulangi hama tersebut, tetapi bukan hilang. Justru bertambah kering," ujar Baidawi.

Bahkan, dia mengaku, petugas dari dinas pertanian setempat sudah melakukan survei, tetapi tidak ada hasilnya. Kejadian tersebut berakibat pada buah blewah yang sudah berumur 25 hari. Sejak terkena hama tersebut, buahnya tidak bertambah besar.

"Biasanya kalau tidak rusak, per buah beratnya antara 3 sampai 4 kilogram. Namun, ini hanya berkisar antara 1 dan 2 kilogram per buah," ujarnya.

Terpisah, pengamat hama penyakit Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur untuk Kecamatan Larangan, Kecamatan Galis, dan Kecamatan Kadur, Cacuk Wiyono, mengatakan, keringnya tanaman blewah tersebut disebabkan terserang jamur bercak coklat dan bisa menjalar ke tanaman yang lain kalau tidak cepat dikendalikan.

"Jamur itu kalau terkena sinar matahari pada siang hari bisa menyebabkan kekeringan pada daun dan pohonnya jika tidak cepat dikendalikan," kata Cacuk Wiyono melalui sambungan telepon selulernya.

Lebih lanjut, kata Cacuk, petani kurang memahami soal pengendaliannya. Sebab, petani menggunakan insektisida dan itu justru semakin menyebabkan kekeringan pada daun dan pohonnya. Pengendaliannya, kata Cacuk, harus menggunakan fungisida. "Sudah saya survei dan saya minta petani untuk menggunakan cara fungisida agar tidak gagal panen total," ujarnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Terkini Lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com