Nama-nama yang Diduga Terima Dana DGI - Kompas.com

Nama-nama yang Diduga Terima Dana DGI

Kompas.com - 13/07/2011, 20:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah nama diduga menerima pemberian dana dari PT Duta Graha Indah terkait pemenangan PT DGI sebagai pelaksana proyek pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan. Nama-nama itu disebutkan dalam dakwaan terhadap tersangka dugaan suap pembangunan wisma atlet, Manajer Pemasaran PT DGI, Mohammad El Idris, yang dibacakan tim jaksa penuntut umum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (13/7/2011).

Dalam dakwaan itu juga disebutkan, PT DGI telah menyiapkan fee sebesar 2,5 persen dari nilai proyek (Rp 191 miliar) kepada Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Namun, rencana pemberian fee 2,5 persen untuk Alex itu belum terealisasi. "Hasil negosiasi antara terdakwa (El Idris), Dudung Purwadi (Direktur Utama PT DGI), Mindo Rosalina Manulang serta Muhammad Nazaruddin disepakati adanya pemberian uang," ujar jaksa Agus Salim.

Mindo dan Nazaruddin juga menjadi tersangka dalam kasus tersebut. Menurut jaksa, pemberian fee disepakati setelah PT DGI memenangkan proyek tender pembangunan wisma atlet dan mendapat uang muka anggaran wisma atlet senilai Rp 33 miliar. Selain Alex, disepakati pemberian fee untuk Nazaruddin sebesar 13 persen dari nilai kontrak, Komite Pembangunan Wisma Atlet sebesar 2,5 persen, panitia pengadaan sejumlah 0,5 persen, dan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam sebesar 2 persen.

Adapun fee yang dijatahkan untuk Nazaruddin, menurut jaksa, diberikan sekitar Februari 2011 dalam dua tahap. Fee tersebut berupa empat lembar cek senilai Rp 4,3 miliar yang diberikan melalui staf keuangan Nazaruddin yang bernama Yulianis dan Oktarina Furi. Sementara fee untuk Wafid, menurut jaksa, diberikan di kantor Wafid, Kemenpora sekitar April 2011. Fee untuk Wafid berupa tiga lembar cek yang total nilainya Rp 3,2 miliar. "Terdakwa (El Idris) bersama Mindo mengadakan pertemuan dengan Wafid," ujar Agus.

Selanjutnya, PT DGI melalui El Idris merealisasikan pemberiaan fee kepada sejumlah anggota Komite Pembangunan Wisma Atlet Sea Games karena telah mengatur pemenangan DGI. "Sekitar Desember 2010 sampai April 2011 bertempat di kantor Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumsel," kata Agus.

Anggota Komite Pembangunan Wisma Atlet Sea Games yang menerima jatah antara lain Ketua Komite Rizal Abdullah yang menerima Rp 400 juta, Sekretaris Komite Musni Wijaya (Rp 80 juta), Bendahara Komite Amir Faizol (Rp 30 juta), asisten perencanaan Aminuddin (Rp 30 juta), asisten administrasi dan keuangan Irhamni (Rp 20 juta), asisten pelaksana Fazadi Abdanie (Rp 20 juta), ketua panitia M Arifin (Rp 50 juta), serta anggota panitia, yaitu Sahupi (Rp 25 juta), Anwar (Rp 25 juta), Rusmadi (Rp 50 juta), Sudarto (Rp 25 juta), Darmayanti (25 juta), dan Heri Meita (Rp 25 juta).

Adapun El Idris ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet bersama Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam, Direktur Pemasaran PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang, dan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorPepih Nugraha

    Terkini Lainnya

    13 Mei, PKS Akan Umumkan Keputusan Resmi Terkait Pilpres 2019

    13 Mei, PKS Akan Umumkan Keputusan Resmi Terkait Pilpres 2019

    Nasional
    Gerindra Yakin Elektabilitas Sudrajat-Syaikhu Meningkat Drastis Jelang Coblosan

    Gerindra Yakin Elektabilitas Sudrajat-Syaikhu Meningkat Drastis Jelang Coblosan

    Nasional
    Politisi PKS Tak Rela jika Prabowo Pilih Anies daripada Kader PKS

    Politisi PKS Tak Rela jika Prabowo Pilih Anies daripada Kader PKS

    Nasional
    Survei Cyrus Network: Anies Paling Cocok Dampingi Prabowo di Pilpres

    Survei Cyrus Network: Anies Paling Cocok Dampingi Prabowo di Pilpres

    Nasional
    Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

    Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

    Nasional
    Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

    Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

    Regional
    Berkali-kali Hasil Survei Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

    Berkali-kali Hasil Survei Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

    Nasional
    Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

    Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

    Regional
    50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

    50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

    Internasional
    Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

    Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

    Nasional
    Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

    Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

    Regional
    Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

    Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

    Nasional
    Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

    Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

    Regional
    Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

    Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

    Internasional
    Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

    Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

    Regional

    Close Ads X