Pengguna Twitter di Thailand Dipenjara jika "Nge-twit" Saat Pemilu

Kompas.com - 01/07/2011, 22:10 WIB
EditorRobert Adhi Kusumaputra

KOMPAS.com — Lain padang, lain belalang. Jika di Amerika Serikat, Presiden Barack Obama memanfaatkan Twitter untuk berkomunikasi dengan rakyatnya, di Thailand, pengguna Twitter malah menghadapi ancaman hukuman penjara jika berani nge-twit dan berkampanye selama masa Pemilu 2011 ini.

Thailand akan menggelar pemilu pada 3 Juli untuk memilih perdana menteri yang baru. Namun pengguna Twitter di negeri itu kini tak bisa sembarangan berkomentar di media sosial mana pun, termasuk di Twitter.

Pemilu digelar sejak pukul 08.00 hingga pukul 15.00 waktu setempat (sama dengan waktu Indonesia bagian barat) pada hari Minggu, 3 Juli. Namun, larangan membuat komentar di media sosial sudah dimulai sejak hari Sabtu hingga Minggu malam.

Sedikitnya 100 polisi akan mengecek media sosial di Thailand. Jika ada yang kedapatan memberi komentar politik di media sosial, mereka menghadapi ancaman hukuman enam bulan penjara dan denda 10.000 baht (atau 330 dollar AS).

Suthiphon Thaveechaiyagarn, Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum Thailand mengingatkan, "Baik kandidat maupun pendukungnya akan dipenjara jika kedapatan berkampanye di media sosial sebelum dan selama pemilu 3 Juli." Rupanya kampanye politik lewat media sosial semacam Twitter malah ditakuti di Thailand. (TheNextWeb/KSP)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.