Panji Gumilang Siap Datang ke Bareskrim

Kompas.com - 28/06/2011, 06:13 WIB
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com — Panji Gumilang, pimpinan Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) yang menaungi Pondok Pesantren Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat, siap memenuhi panggilan pemeriksaan di Bareskrim Polri, Selasa (28/6/2011).

"Iya. Panggilan pukul 10.00," kata Ali Tanjung, pengacara Panji, saat dihubungi Kompas.com untuk menanyakan kepastian kehadiran Panji hari ini.

Ali mengatakan, tidak ada dokumen yang dipersiapkan untuk pemeriksaan terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen kepengurusan YPI. "Enggak ada yang dipersiapkan. Hanya dipanggil sebagai saksi," kata dia.

Ali membantah jika kliennya dituduh memalsukan dokumen. Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi-saksi kepada penyidik, Imam Supriyanto yang menandatangani surat pengunduran diri dari YPI. Sementara itu, Ali menolak berkomentar mengenai Negara Islam Indonesia (NII) yang juga dikaitkan ke Panji.

Panggilan pemeriksaan hari ini adalah panggilan kedua. Panji tak dapat hadir dalam panggilan pertama, Kamis pekan lalu, lantaran kesibukan di pondok pesantren.

Imam, salah satu pendiri YPI, melaporkan Panji setelah namanya dicoret dalam kepengurusan YPI. Dia merasa tidak pernah menghadiri rapat pengurus dan menandatangani surat pengunduran diri.

Hasil penyelidikan menunjukkan, Polri menduga kuat bahwa tanda tangan Imam dipalsukan. Namun, Polri belum memastikan siapa yang menandatangani dan siapa yang memerintahkan.

Menurut Imam, namanya dicoret setelah ia keluar dari jaringan NII pimpinan Panji. Imam mengaku pernah 20 tahun bergabung ke NII dengan jabatan terakhir Menteri Peningkatan Produksi.

Polri telah menangkap Gubernur NII wilayah Jawa Tengah berserta para pengurusnya. Berbagai barang bukti terkait NII disita, termasuk bukti aliran dana yang diduga mengalir ke Panji.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.