Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pagi Ini Panji Gumilang Diperiksa

Kompas.com - 23/06/2011, 06:55 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Pimpinan Yayasan Al Zaytun Indramayu, Panji Gumilang, dijadwalkan menghadapi cecaran pertanyaan penyidik pada pemeriksaan perdananya, sebagai saksi kasus pemalsuan dokumen pengurus yayasan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/6/2011).

Sebagai pelapor kasus ini, Imam Supriyanto, menginginkan mantan atasannya itu dijadikan tersangka dan ditahan. Apalagi Imam Supriyanto selaku mantan Menteri Peningkatan Produksi Negara Islam Indonesia (NII) mengakui bahwa Panji Gumilang adalah pimpinan NII.

Namun, Kadiv Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam menegaskan bahwa pada pemeriksaan perdana ini Panji berstatus saksi kendati 13 saksi dan bukti menguatkan tindak pidana pemalsuan dokumen tersebut.

"Belum (ditahan). Begini, kami kan sudah periksa 13 orang, mereka memberi keyakinan pada Polri. Apakah dia memenuhi unsur yang dilaporkan oleh Imam, nah tentu polisi memanggilnya sebagai saksi," kata Anton di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (22/6/2011).

Anton mengatakan, ditahan tidaknya Panji Gumilang akan diketahui seusai pemeriksaan perdana ini.

Saat ditanya kembali ada tidaknya rencana penetepan tersangka dan penahanan kepada Panji Gumilang, Anton menjawab, "Ya belum tahu, karena orang yang melapor mengharapkan dia jadi tersangka. Akan tetapi, kami kan belum bisa."

Ditetapkan tersangka dan ditahan tidaknya Panji Gumilang belum bisa dipastikan. Apalagi sampai berita ini ditulis, kuasa hukum Panji Gumilang, Ali Tanjung, tidak bisa menjamin kliennya akan memenuhi panggilan pemeriksaan dari penyidik ini.

"Saya belum ada kabar. Saya belum berkomunikasi dengan beliau. Jadi, saya belum tahu besok bagaimana," kata Ali.

Pada Mei lalu sembilan anggota dan pejabat NII ditangkap di Jawa Tengah, termasuk Gubernur NII Jateng, Totok Dwi Harjanto alias Nizam Sidik, dan tiga orang yang diduga berperan sebagai penggalang dana.

Kepolisian bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengetahui ada tidaknya aliran dana di rekening Nizam Sidik yang berisi miliaran rupiah ke Al Zaytun. Namun, Imam Supriyanto mengaku bahwa dana di rekening Gubernur NII Jateng itu memang mengalir ke Al Zaytun.

Saat ditanya apakah penyidik juga akan menjerat Panji Gumilang dengan pidana makar, Anton menjawab, "Belum. Pemalsuannya yang pasti. Yang melapor (Imam Supriyanto) itu kan dikeluarkan dari yayasan, jadi dia tidak lagi masuk ke kelompok ini."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Presiden Jokowi Resmi Mulai Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023

Presiden Jokowi Resmi Mulai Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023

Nasional
PDI-P Sorot Mentan Syahrul Yasin Limpo di Tengah Isu Reshuffle Kabinet Jokowi...

PDI-P Sorot Mentan Syahrul Yasin Limpo di Tengah Isu Reshuffle Kabinet Jokowi...

Nasional
Presiden Jokowi Sebut ASEAN Masih Relevan di Tengah Krisis Dunia

Presiden Jokowi Sebut ASEAN Masih Relevan di Tengah Krisis Dunia

Nasional
PDI-P Kembali ‘Serang’ Nasdem: Dari Lepas Koalisi, Reshuffle, hingga Pertemuan Jokowi-Surya Paloh

PDI-P Kembali ‘Serang’ Nasdem: Dari Lepas Koalisi, Reshuffle, hingga Pertemuan Jokowi-Surya Paloh

Nasional
Jaksa yang Tahan Tangis Bacakan Tuntutan Bharada E Disindir Seniornya: Kenapa Tidak Mundur Saja..

Jaksa yang Tahan Tangis Bacakan Tuntutan Bharada E Disindir Seniornya: Kenapa Tidak Mundur Saja..

Nasional
[POPULER NASIONAL] Anggaran Kemiskinan Rp 500 T Habis Buat Rapat Kementerian di Hotel | PDI-P Tetap Ngotot Dorong Pemilu Tertutup

[POPULER NASIONAL] Anggaran Kemiskinan Rp 500 T Habis Buat Rapat Kementerian di Hotel | PDI-P Tetap Ngotot Dorong Pemilu Tertutup

Nasional
PBNU Kecam Pembakaran Al Quran oleh Rasmus Paludan, Sebut Tindakan Sia-sia

PBNU Kecam Pembakaran Al Quran oleh Rasmus Paludan, Sebut Tindakan Sia-sia

Nasional
Panglima TNI Minta Taruna AAU Tidak Mengeluh Selama Pendidikan

Panglima TNI Minta Taruna AAU Tidak Mengeluh Selama Pendidikan

Nasional
Korupsi Kepala Daerah dan Anomali Mendagri

Korupsi Kepala Daerah dan Anomali Mendagri

Nasional
Jokowi: Tahun Ini Akan Jadi Momen Kebangkitan Pariwisata Indonesia

Jokowi: Tahun Ini Akan Jadi Momen Kebangkitan Pariwisata Indonesia

Nasional
Hasil Pertemuan Jokowi-Surya Paloh Belum Disampaikan ke Publik, Pengamat: Tak Sesuai Keinginan Nasdem?

Hasil Pertemuan Jokowi-Surya Paloh Belum Disampaikan ke Publik, Pengamat: Tak Sesuai Keinginan Nasdem?

Nasional
Sekjen PDI-P: Saya Dengar, Pak Surya Paloh Sudah Lama Mau Ketemu Pak Jokowi

Sekjen PDI-P: Saya Dengar, Pak Surya Paloh Sudah Lama Mau Ketemu Pak Jokowi

Nasional
Tanam Pohon dan Bersih-bersih Kota Bandung, Sekjen PDI-P Sampaikan Pesan Megawati

Tanam Pohon dan Bersih-bersih Kota Bandung, Sekjen PDI-P Sampaikan Pesan Megawati

Nasional
Megawati Disebut Sudah Kantongi Nama Capres, Hasto: Tinggal Tunggu Momentum yang Tepat

Megawati Disebut Sudah Kantongi Nama Capres, Hasto: Tinggal Tunggu Momentum yang Tepat

Nasional
PDI-P Batal Gelar Konsolidasi di GBK 1 Juni: Ada Piala Dunia U-20, Digeser 24 Juni

PDI-P Batal Gelar Konsolidasi di GBK 1 Juni: Ada Piala Dunia U-20, Digeser 24 Juni

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.