Pramono Tak Yakin SMS Bom Perintah Ba'asyir

Kompas.com - 16/06/2011, 12:48 WIB
EditorInggried

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung, yang juga politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, mengaku yakin bahwa teror mengenai adanya sejumlah bom yang disampaikan melalui layanan pesan singkat (SMS) bukan perintah terdakwa kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir. Ia menduga, ada pihak lain yang memanfaatkan momentum menjelang sidang vonis Ba'asyir yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (16/6/2011).

"Saya lihat mungkin juga ini dimanfaatkan orang lain," kata Pramono kepada para wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (16/6/2011).

Mantan Sekretaris Jenderal PDI-P ini juga menepis anggapan bahwa vonis terhadap Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) ini merupakan setting-an pihak tertentu. Pramono menilai,  majelis hakim yang dipimpin oleh Herry Swantoro memiliki independensi dalam menjatuhkan putusan. Terlebih, sidang terhadap Ba'asyir selama ini dilakukan secara terbuka sehingga pers dan masyarakat dapat mengikutinya secara langsung.

Seperti diketahui, menjelang sidang pembacaan vonis Ba'asyir, beredar pesan singkat berisi ancaman bom. Untuk mengantisipasinya, polisi pun menerjunkan kekuatan penuh untuk mengamankan jalannya sidang. Kepolisian di seluruh daerah juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Mengenang Pendeta Yeremia yang Tewas Ditembak di Papua

    Mengenang Pendeta Yeremia yang Tewas Ditembak di Papua

    Nasional
    38 Akademisi dari Australia Surati Jokowi, Minta Amnesti untuk Saiful Mahdi

    38 Akademisi dari Australia Surati Jokowi, Minta Amnesti untuk Saiful Mahdi

    Nasional
    PT KAI Buka Lowongan Kerja, Ini Formasi dan Cara Daftarnya

    PT KAI Buka Lowongan Kerja, Ini Formasi dan Cara Daftarnya

    Nasional
    Pemanggilan Suroto ke Istana Dinilai Paradoks Demokrasi, Hanya Manis di Depan

    Pemanggilan Suroto ke Istana Dinilai Paradoks Demokrasi, Hanya Manis di Depan

    Nasional
    Polisi Pastikan Kasus Penganiayaan Tak Hambat Penyidikan Muhammad Kece

    Polisi Pastikan Kasus Penganiayaan Tak Hambat Penyidikan Muhammad Kece

    Nasional
    Cerita Suroto Bentangkan Poster ke Jokowi, Sulit Dapat Spidol hingga Kaki Gemetar

    Cerita Suroto Bentangkan Poster ke Jokowi, Sulit Dapat Spidol hingga Kaki Gemetar

    Nasional
    Dewan Pengawas KPK Tolak Laporkan Pelanggaran Etik Lili Pintauli secara Pidana

    Dewan Pengawas KPK Tolak Laporkan Pelanggaran Etik Lili Pintauli secara Pidana

    Nasional
    Profil Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris MIT yang Tewas

    Profil Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris MIT yang Tewas

    Nasional
    UPDATE: Tambah 11 di Korsel, Total 5.916 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

    UPDATE: Tambah 11 di Korsel, Total 5.916 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

    Nasional
    Dukung 56 Pegawai yang Akan Dipecat, Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat

    Dukung 56 Pegawai yang Akan Dipecat, Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat

    Nasional
    Jokowi Ungkap Kontribusi RI Hadapi Situasi Darurat Energi dan Iklim Dunia

    Jokowi Ungkap Kontribusi RI Hadapi Situasi Darurat Energi dan Iklim Dunia

    Nasional
    Mahfud Harap Publik Tetap Tenang Usai Pimpinan Teroris MIT Ali Kalora Tewas Ditembak

    Mahfud Harap Publik Tetap Tenang Usai Pimpinan Teroris MIT Ali Kalora Tewas Ditembak

    Nasional
    Solidaritas Pegawai KPK terhadap 56 Pegawai yang Akan Dipecat: Beri Dua Kali Surat Ke Pimpinan

    Solidaritas Pegawai KPK terhadap 56 Pegawai yang Akan Dipecat: Beri Dua Kali Surat Ke Pimpinan

    Nasional
    BNPT Kutuk Keras Tindakan KKB Serang Tenaga Kesehatan di Papua

    BNPT Kutuk Keras Tindakan KKB Serang Tenaga Kesehatan di Papua

    Nasional
    Lini Masa Kedatangan Vaksin Covid-19 di Indonesia

    Lini Masa Kedatangan Vaksin Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.