Sukawayana Harus Bebas dari Warung

Kompas.com - 11/06/2011, 03:15 WIB
Editor

SUKABUMI, KOMPAS - Kawasan cagar alam hutan Sukawayana di Desa Citepus, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, harus dikembalikan sebagai penyangga pantai dari gerusan air dan angin. Puluhan warung remang-remang di kawasan itu harus segera dipindahkan.

”Penertiban warung di Taman Wisata Alam Sukawayana ini tidak bisa frontal, tetapi harus dikaji secara matang karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak,” kata Akhmad Jajuli, Ketua Tim Penataan dan Penertiban Warung (TPPW) Taman Wisata Alam Sukawayana, Jumat (10/6) di Palabuhanratu.

Menurut dia, kematangan persiapan itu diperlukan terkait dengan mata pencarian para pedagang yang sudah telanjur menyandarkan hidup di sana selama bertahun-tahun. Persiapan penertiban, antara lain menyangkut jadwal kegiatan, sosialisasi, pembongkaran sekaligus penataan warung, dan relokasi.

Kawasan hutan Sukawayana ditetapkan sebagai cagar alam sejak tahun 1991 dengan luas 46,50 hektar. Seluas 16 hektar di antaranya terletak di tepi pantai dan dianggap memiliki potensi wisata. Kawasan ini berisi beberapa jenis pohon dataran rendah, seperti bayur, kondang, teureup, beunying, anggrit, dan renggas. Adapun satwa yang menghuni, antara lain kera, lutung, beberapa jenis burung, dan biawak.

Rawa Aopa Watumohai

Pada konteks lain, Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam mengusulkan 49.195 hektar kawasan hutan yang berdampak penting, luas, dan strategis bagi ekosistem di wilayahnya diubah menjadi area permukiman dan ekonomi. ”Dari kawasan yang akan dilepas itu termasuk sebagian Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai,” ujar Nur Alam di Kendari, Jumat.

(HEI/ENG)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.