ELTI Gramedia Luncurkan "Franchise" - Kompas.com

ELTI Gramedia Luncurkan "Franchise"

Kompas.com - 09/06/2011, 15:33 WIB

KOMPAS.com — Bahasa Inggris sudah menjadi bahasa dunia. Sebuah penelitian David Graddol dalam The Future of English yang dikeluarkan The British Council pada tahun 1997 menyebutkan bahwa 1, 5 miliar penduduk dunia menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari. Bagaimana dengan Indonesia?

Tentu kita belum lupa pada salah satu ajang putri kecantikan dunia, delegasi Indonesia salah mengucapkan bahasa Inggris dengan mengatakan: Indonesia is a very beautiful city. Kita juga sering mendengar percakapan orang Indonesia yang menyebut “I’m boring” yang memiliki arti saya membosankan, bukan saya bosan. Maka, untuk bisa masuk ke masyarakat global, Indonesia harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang memadai. Kemampuan ini bisa didukung dari pendidikan di sekolah-sekolah maupun tempat-tempat kursus bahasa.

ELTI Gramedia merupakan salah satu tempat kursus yang menyediakan pendidikan bahasa Inggris, baik formal maupun informal. Lembaga pendidikan ELTI (English Language Training International) sudah berdiri sejak tahun 1981 dan di tahun 1989 ELTI bergabung dengan grup Kompas Gramedia, hingga sekarang. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, ELTI Gramedia kini membuka kesempatan untuk pengusaha yang ingin berinvestasi di dunia pendidikan bahasa Inggris dengan meluncurkan sistem franchise.

Jerry Udampo, Franchise Director ELTI Gramedia, mengatakan, kursus bahasa Inggris adalah bisnis yang menjanjikan. Sebab, bahasa Inggris telah digunakan sebagai bahasa resmi untuk hampir semua sumber informasi, terutama yang berbasis Teknologi Informasi (TI). "Saat ini ELTI Gramedia telah memiliki 30-an ribu siswa dengan pertumbuhan rata-rata jumlah siswa sebanyak 14 persen setiap tahun,” ujar Jerry dalam press conference Peluncuran Franchise ELTI Gramedia di Hotel Santika, Jakarta, Kamis (9/6/2011).

Banyaknya jumlah siswa tersebut, menurut Jerry, adalah aset bagi perusahaan yang ingin berinvestasi dengan sistem franchise di ELTI Gramedia. Jumlah tersebut adalah total jumlah siswa seluruh Indonesia yang berasal dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah umum (SMU). Selain membuka tempat kursus, para guru ELTI Gramedia juga mengajar di sekolah-sekolah yang telah bekerja sama dengan ELTI Gramedia dan program pembelajarannya masuk ke dalam kurikulum sekolah.

“Kursus untuk para siswa kami namakan global study. Selain global study, kami juga memiliki proyek-proyek private seperti pelatihan untuk karyawan di perusahaan-perusahaan, pelatihan untuk perawat di beberapa rumah sakit, juga pelatihan untuk calon tenaga kerja Indonesia,” ungkap Jerry. Untuk jumlah proyek-proyek ini Jerry tidak menyebutkan angka, hanya memberikan skala bahwa untuk proyek-proyek lebih banyak difokuskan di Jakarta.

ELTI Gramedia yang telah memiliki 12 cabang di 7 kota ini mengembangkan pendidikan bahasa Inggris yang menyenangkan dengan berbasis semua aspek, dari listening, reading, writing, dan speaking. Hal tersebut diperkuat dengan sistem pengajaran yang dikembangkan dari English Language Training Banbury, Oxford, Inggris . “Karena itu, siswa ELTI Gramedia bukan hanya diajarkan berbahasa yang baik dan benar, tapi juga akurat, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan dirinya dalam pergaulan dunia intrenasional,” ujar Evelina Kusumawardhani, Direktur Akademik ELTI yang juga hadir dalam acara ini.

Dengan biaya franchise fee Rp 200-an juta, ELTI Gramedia memperkirakan modal akan kembali pada tahun ketiga. “Komitmen kami adalah melakukan pendampingan dari awal dengan sistem yang sudah terstruktur rapi dan terpadu. Kami memberi kesempatan perusahaan membayar royalti setelah bulan ke-7, di saat cash flow lebih lancar. Kami juga memberikan dukungan promosi yang terpadu dan berskala nasional serta monitoring kesehatan bisnis untuk menjaga agar perkembangan selalu positif,” jelas Jerry.

 


EditorErlangga Djumena

Terkini Lainnya


Close Ads X