Gara-gara Timun, Spanyol Uring-uringan

Kompas.com - 03/06/2011, 15:02 WIB
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com — Adalah Jerman yang kali pertama mengumumkan kalau negeri itu tercemar bakteri E-coli. Menurut pihak Jerman, bakteri itu diduga berasal dari timun impor asal Spanyol. Sampai kini, dalam warta AP dan AFP pada Jumat (3/6/2011), sudah 18 orang meninggal dunia akibat bakteri mematikan itu. Sementara ratusan sisanya sakit parah.

Di Jerman, sebagaimana hasil penelitian para ahli, ditemukan fakta kalau jenis bakteri yang menimbulkan wabah tersebut merupakan E-coli jenis baru. Di Inggris, tujuh orang mengalami infeksi bakteri. Mereka diduga terkena bakteri ketika berada di Jerman.

Nah, lantaran pernyataan Jerman itu, eksportir timun asal Spanyol mulai berhitung kerugian. Pasalnya, Jerman dan Rusia mengambil kebijakan menunda sementara impor timun dari Negeri Matador tersebut. Lalu, para eksportir mengatakan merugi 200.000-an euro tiap pekannya. 

Kendati demikian, sejauh ini tidak ada bukti yang ditemukan kalau asal bakteri itu dari Spanyol. Sementara para peneliti tengah bekerja keras untuk mencari sumber pencemaran. "Kami bertindak seperti yang kami harus lakukan, dan kami ingin mendapatkan ganti rugi dan pengembalian produk Spanyol di tempat yang seharusnya," kata Perdana Menteri Spanyol Zapatero geram.

"Saya yakin interpretasi lain atau upaya untuk memolitisasi kesalahan yang dibuat oleh otoritas Jerman merupakan tindakan yang tidak adil," imbuhnya.

Tunda

Kenyataannya, tak hanya timun yang menimbulkan kerugian. Gara-gara wabah itu, puluhan ribu kilo buah dan sayuran segar yang tumbuh di Spanyol dihancurkan. Penjualan ke supermarket di seluruh Eropa pun ditunda.

Wabah E-coli pertama terjadi di Jerman, dan hingga kini tercatat 1.064 kasus diare berdarah serta 470 kasus berpotensi mengalami komplikasi dalam darah dan ginjal yang dapat menyebabkan kematian. Sebanyak 17 orang di Jerman dan satu orang di Swedia tewas. Kasus sindrom itu juga dilaporkan terjadi di Denmark, Belanda, dan Spanyol.

Tiga orang di AS, yang bepergian beberapa waktu terakhir di Jerman, diduga mengalami sindrom Hemolitik Uremik atau HUS, sindrom klinis yang ditandai gagal ginjal dan anemia, yang dapat berakibat fatal.

Para peneliti di Beijing Genomics Institute di China menjelaskan, wabah dari bakteri E-coli yang baru sangat menular dan beracun. Badan perlindungan kesehatan Inggris mengatakan, bakteri itu merupakan varian baru yang jarang, yaitu strain O104 - dan memiliki kemungkinan menulari banyak orang.

Sementara itu, Badan Kesehatan Dunia mengatakan, varian itu tidak pernah ditemukan dalam wabah serupa sebelumnya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.