Kanker Nasofaring Sulit Dideteksi Dini

Kompas.com - 03/06/2011, 08:33 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com - Seperti penyakit keganasan pada umumnya, kanker nasofaring ternyata masih menjadi momok yang menakutkan. Betapa tidak, penyakit ini tidak mempunyai gejala spesifik, sehingga banyak pasien yang didiagnosa sudah dalam tahap lanjut.

Menurut Prof. dr. Bambang Hermani, Sp. THT-KL (K), Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kanker nasofaring merupakan tumor ganas yang timbul di bagian belakang hidung dan akibat letaknya yang secara anatomis sulit, membuat penyakit ini sulit dideteksi secara dini.

Kanker ini berasal dari sel epitel nasofaring yang berada di rongga belakang hidung dan di belakang langit-langit rongga mulut. Letaknya yang berdekatan, membuat penyebarannya menjadi mudah terjadi pada bagian mata, telinga, kelenjar leher dan otak. 

"Biasanya pasien datang dalam stadium yang sudah lanjut. Kalau baru tumbuh di daerah nasofaring sendiri, biasanya belum menimbulkan gejala-gejala yang khas," ungkapnya, Rabu, (1/6/2011) di Jakarta.

Menurut Bambang, pasien yang dalam stadium lanjut biasanya akan mengalami gejala seperti, pembesaran kelenjar leher, mimisan, mata juling, dan penutupan saluran pendengaran. "Jadi kalau sudah seperti itu biasanya sudah stadium lanjut," imbuhnya.

Prof. Dr. dr. R.Susworo, Sp Rad. (K) Onk.Rad., Guru Besar Tetap Ilmu Radioterapi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan, apabila sudah ada kelainan saraf seperti mata juling, dan pembesaran kelenjar leher, maka diagnosis menjadi mudah dan sederhana.

"Tapi terus terang, memang sebagian besar pasien yang datang sudah dalam keadaan lanjut, stadium 3 dan 4. Yang stadium dini masih jarang," imbuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Susworo juga mengaku masih prihatin melihat banyak masyarakat yang lebih mempercayai pengobatan alternatif dengan alasan lebih mudah dan murah. Bahkan menurutnya, kebiasaan menunda-nunda untuk berobat dan terlalu menyepelekan penyakit menjadi faktor penyebab utama pasien terlambat mendapat pertolongan.

"Jadi itu memang fenomena sekarang. Orang ingin cari jalan pintas yang dekat. Kalau sudah parah baru ke kita," terangnya.

Menurut Susworo, ada kemungkinan pasien kanker nasofaring akan kembali mengalami kekambuhan, namun kekambuhan itu kecil kemungkinan terjadi, apa bila diketahui sejak dini (stadium awal).

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.