Mahfud: SMS Itu Sampah

Kompas.com - 30/05/2011, 15:09 WIB
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyatakan, dirinya tidak percaya pada isi pesan singkat yang mengatasnamakan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin, yang menyatakan kecewa dan akan membeberkan sejumlah kebobrokan anggota Partai Demokrat. Menurut Mahfud, pesan tersebut hanya mengada-ada.

"Saya bilang itu sampah. Saya enggak percaya SMS seperti itu dan memang mengada-ada SMS-nya. Terlalu vulgar. Tidak bisa orang melakukan perlawanan dengan cara seperti itu. Saya sama sekali tidak percaya. Oleh karena itu, saya enggak tertarik untuk melihat lebih lanjut terkait itu," kata Mahfud MD seusai mengikuti pertemuan antara Komisi III dan jajaran Mahkamah Konstitusi di Gedung MK, Jakarta, Senin (30/5/2011).

Ia mendukung siapa pun, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyatakan menantang orang yang mengirimkan pesan tersebut untuk membuktikan tuduhannya. "Bagus menurut saya, silakan ditantang orang yang menyebutkan itu, untuk dibuktikan apa yang dikatakannya. Tapi saya tetap enggak percaya SMS itu," ujarnya. 

Seperti diberitakan, akhir pekan kemarin sebuah SMS yang disebut-sebut dikirim oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dari Singapura beredar secara berantai. Pesan itu juga tersebar melalui jejaring Blackberry Messanger dan situs jejaring sosial Twitter. Dalam pesan yang disebut dikirim dari sebuah nomor di Singapura itu dikatakan, Nazaruddin kecewa dan mengancam akan membongkar sejumlah kasus yang disebut melibatkan Partai Demokrat. SMS itu juga menyinggung pribadi Presiden Yudhoyono.

Ketua Divisi Komunikasi Publik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Andi Nurpati mengatakan, pesan singkat atau SMS ancaman Nazaruddin dari Singapura palsu dan bertujuan melakukan pembunuhan karakter. "Itu semua fitnah dan pembunuhan karakter," kata Andi Nurpati seusai rapat tertutup pengurus DPP Partai Demokrat di Jakarta, Sabtu (28/5/2011) malam.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Anggota Komisi III Minta Polri Buru Pelaku Teror di Kabupaten Sigi

    Anggota Komisi III Minta Polri Buru Pelaku Teror di Kabupaten Sigi

    Nasional
    Layanan Digital Jadi Favorit, BPJS Kesehatan Sudah Kembangkan Sistem Antri Daring di 2.028 RS

    Layanan Digital Jadi Favorit, BPJS Kesehatan Sudah Kembangkan Sistem Antri Daring di 2.028 RS

    Nasional
    UPDATE 29 November: Total 2.035 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, Bertambah 7 WNI Sembuh di 2 Negara

    UPDATE 29 November: Total 2.035 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, Bertambah 7 WNI Sembuh di 2 Negara

    Nasional
    Jokowi Ungkap Sederet Bantuan untuk Guru pada Masa Pandemi, dari Kuota Internet hingga BLT

    Jokowi Ungkap Sederet Bantuan untuk Guru pada Masa Pandemi, dari Kuota Internet hingga BLT

    Nasional
    UPDATE 29 November: 3.531 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

    UPDATE 29 November: 3.531 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

    Nasional
    Banyak Orang Tua Tak Sabar Sekolah Dibuka Lagi, Jokowi: Kita Harus Hati-hati

    Banyak Orang Tua Tak Sabar Sekolah Dibuka Lagi, Jokowi: Kita Harus Hati-hati

    Nasional
    Pilkada 9 Desember 2020 Ditetapkan Jadi Hari Libur Nasional

    Pilkada 9 Desember 2020 Ditetapkan Jadi Hari Libur Nasional

    Nasional
    Ini Tema Naskah Khotbah Shalat Jumat yang Akan Disusun oleh Kemenag

    Ini Tema Naskah Khotbah Shalat Jumat yang Akan Disusun oleh Kemenag

    Nasional
    “Asia Climate Rally”, Nasib yang Sama dan Tuntutan Anak Muda Asia

    “Asia Climate Rally”, Nasib yang Sama dan Tuntutan Anak Muda Asia

    Nasional
    Tak Perlu Cemas, Cek Status BPJS Kesehatan Cukup Via Pandawa

    Tak Perlu Cemas, Cek Status BPJS Kesehatan Cukup Via Pandawa

    Nasional
    Ini Dampak yang Akan Terjadi jika Anak Menjadi Korban Cyber Bullying

    Ini Dampak yang Akan Terjadi jika Anak Menjadi Korban Cyber Bullying

    Nasional
    Wamenag: Penyiapan Naskah Khotbah Shalat Jumat Jangan Diartikan Bentuk Intervensi

    Wamenag: Penyiapan Naskah Khotbah Shalat Jumat Jangan Diartikan Bentuk Intervensi

    Nasional
    Sebaran 5.418 Kasus Baru Covid-19 dari 34 Provinsi, Tertinggi DKI dengan 1.370

    Sebaran 5.418 Kasus Baru Covid-19 dari 34 Provinsi, Tertinggi DKI dengan 1.370

    Nasional
    Terus Lakukan Inovasi di Bidang Pendidikan, Gubernur Babel Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

    Terus Lakukan Inovasi di Bidang Pendidikan, Gubernur Babel Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

    Nasional
    UPDATE: 46.574 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Total 5.612.789

    UPDATE: 46.574 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Total 5.612.789

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X