Nazaruddin, Bintang Baru yang Misterius - Kompas.com

Nazaruddin, Bintang Baru yang Misterius

Kompas.com - 28/05/2011, 03:12 WIB

"Siapa tuh?" tanya seorang wartawan di tengah-tengah jumpa pers Fraksi Partai Demokrat di ruang fraksi itu di kompleks gedung MPR/DPR akhir tahun lalu.

Belakangan diketahui pria itu adalah Muhammad Nazaruddin. Posisinya sebagai bendahara umum partai dan Bendahara Fraksi Partai Demokrat membuat pria kelahiran Trenggalek, Jawa Timur, 26 Agustus 1978, ini tampak disegani.

Meski jabatannya cukup penting, pendapat dan sikap Nazaruddin di rapat-rapat DPR hampir tidak pernah terdengar. Sosoknya mulai dicari wartawan justru ketika dia diduga terlibat kasus seksual terhadap perempuan di Bandung, Mei 2010.

Dalam biodata yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum, perjalanan karier Nazaruddin tercatat banyak di dunia bisnis. Dia tercatat sebagai komisaris di empat perusahaan, yaitu PT Anugrah Nusantara, PT Anak Negeri, PT Panahatan, dan PT Berhak Alam Berlimpah. Belakangan, Nazaruddin menyatakan, sejak Mei 2010 dirinya tidak aktif di perusahaan. Meski demikian, jejak usaha Nazaruddin sebelum 2010 tetap sulit ditelusuri.

Bambang Soesatyo, pengusaha yang anggota Komisi III DPR, mengaku tak pernah bertemu dan bersinggungan dengan Nazaruddin di pertemuan pengusaha atau organisasi bisnis.

Padahal, Bambang yang juga Wakil Bendahara Umum Partai Golkar tercatat sebagai salah satu ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Bambang juga pernah menjadi pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia. ”Saya mengenal Nazaruddin di DPR. Sebelumnya, saya tidak pernah mendengar namanya di dunia bisnis nasional,” kata Bambang.

Dia menambahkan, belakangan baru mendengar, Nazaruddin punya banyak usaha di daerahnya di Riau. Setelah pindah ke Jakarta, Nazaruddin diduga sering terlibat proyek pemerintah.

Di Riau pula, Nazaruddin tercatat pertama kali di dunia politik, tepatnya saat menjadi calon anggota legislatif dari provinsi itu pada Pemilu 2004 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Saat itu dia gagal. ”Namun, dia tidak pernah menjadi pengurus PPP,” kata Lukman Hakim Saifuddin, Ketua PPP.

Lukman Hakim mengaku tidak mengetahui latar belakang politik Nazaruddin. Jika melihat umurnya pada tahun 2004 yang baru 26 tahun, Nazaruddin diduga pendatang baru di politik. Apalagi, setelah menghabiskan SD hingga SMA di Pematang Siantar, Sumatera Utara, Nazaruddin juga tercatat baru lulus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Indonesia pada tahun 2004.

Setelah gagal menjadi anggota DPR dari PPP, Nazaruddin pindah ke Demokrat dan kemudian menjadi wakil bendahara partai itu. Nazaruddin lalu tercatat sebagai anggota tim sukses Anas Urbaningrum ketika yang bersangkutan bertarung memperebutkan kursi Ketua Umum Partai Demokrat di kongres partai itu, Mei 2010. (M HERNOWO)


Editor

Close Ads X