Ruhut: Nazaruddin Punya Kelainan Jantung

Kompas.com - 27/05/2011, 13:19 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengaku tak tahu soal keberangkatan Nazaruddin ke Singapura. Ia justru mengetahui kabar tersebut dari media massa. Ia pun mengaku sejak tanggal Minggu 22 Mei 2011 Nazaruddin sudah tidak menghubunginya lagi.

"Katanya ada kelainan jantung (Nazaruddin). Itu yang aku tahu. Setelah tanggal 22 Mei dia enggak pernah lagi berhubungan dengan aku. Aku tahu aja dia ke Singapura dari kawan-kawan media," ujar Ruhut Sitompul saat dihubungi wartawan, Jumat (27/5/2011).

Ruhut pun tidak mengetahui rumah sakit tempat Nazaruddin berobat. Ia juga tidak mengetahui secara detail sakit kelainan jantung yang diidap oleh rekan separtainya itu. Ruhut hanya mengatakan, selama ini Nazaruddin memang tinggal di dua negara yaitu Indonesia dan Singapura.

Bahkan, lanjutnya, Nazaruddin juga memiliki perusahaan di Singapura. "Ada perusahaannya (Nazaruddin) di sana. Istri dan anak-anaknya juga sekolah di sana," imbuh Ruhut.

Nazaruddin yang beberapa kali dihubungi media mengaku memang sedang berobat ke Singapura dan sudah mendapat ijin dari Fraksi Demokrat. Ia sendiri juga merahasiakan tempat pengobatannya.

Nazaruddin, berangkat menumpang pesawat Garuda Indonesia pada Senin 23 Mei lalu pukul 19.30. Ia berangkat disaat dirinya tengah dikaitkan dengan sejumlah kasus di dalam negeri.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ambang Batas Pilkada Dinilai Buka Peluang Jual-Beli Dukungan Partai

    Ambang Batas Pilkada Dinilai Buka Peluang Jual-Beli Dukungan Partai

    Nasional
    Peneliti LIPI Sayangkan Revisi UU Parpol Tak Masuk Prolegnas 2020

    Peneliti LIPI Sayangkan Revisi UU Parpol Tak Masuk Prolegnas 2020

    Nasional
    Periksa RJ Lino, KPK Konfirmasi soal Laporan Kerugian Negara dari BPK

    Periksa RJ Lino, KPK Konfirmasi soal Laporan Kerugian Negara dari BPK

    Nasional
    Wapres Optimistis Produk Buatan Santri Bisa Tembus Pasar Internasional

    Wapres Optimistis Produk Buatan Santri Bisa Tembus Pasar Internasional

    Nasional
    KKR Aceh: Pemerintah Utang Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM Selama 15 Tahun

    KKR Aceh: Pemerintah Utang Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM Selama 15 Tahun

    Nasional
    Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa Adik Benny Tjokro

    Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa Adik Benny Tjokro

    Nasional
    Mau Maju Jadi Caketum PAN, Mulfachri Harahap Merasa Tak Perlu Deklarasi

    Mau Maju Jadi Caketum PAN, Mulfachri Harahap Merasa Tak Perlu Deklarasi

    Nasional
    Siap Hadapi Gugatan MAKI, KPK Nyatakan Masih Kembangkan Kasus Wahyu Setiawan

    Siap Hadapi Gugatan MAKI, KPK Nyatakan Masih Kembangkan Kasus Wahyu Setiawan

    Nasional
    Pemerintah Pertahankan Satgas 115 Bentukan Susi Pudjiastuti, SOP Diperjelas

    Pemerintah Pertahankan Satgas 115 Bentukan Susi Pudjiastuti, SOP Diperjelas

    Nasional
    Jokowi Minta Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta Segera Dibangun

    Jokowi Minta Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta Segera Dibangun

    Nasional
    Anggap Wawan Sosok Berpengaruh, Eks Kadinkes Pandeglang Minta Bantuan Pindah Jabatan

    Anggap Wawan Sosok Berpengaruh, Eks Kadinkes Pandeglang Minta Bantuan Pindah Jabatan

    Nasional
    Komisioner KPU Evi Novida Dipanggil KPK dalam Kasus Wahyu Setiawan

    Komisioner KPU Evi Novida Dipanggil KPK dalam Kasus Wahyu Setiawan

    Nasional
    Jusuf Kalla Terima Penghargaan Keunggulan Diplomasi

    Jusuf Kalla Terima Penghargaan Keunggulan Diplomasi

    Nasional
    Disebut Didukung Amien Rais Jadi Caketum PAN, Ini Kata Mulfachri Harahap

    Disebut Didukung Amien Rais Jadi Caketum PAN, Ini Kata Mulfachri Harahap

    Nasional
    Ketua Komisi III Minta Warga Tanjung Priok Maafkan Ucapan Yasonna Laoly

    Ketua Komisi III Minta Warga Tanjung Priok Maafkan Ucapan Yasonna Laoly

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X