Mahfud dan Sekjen MK Sambangi KPK

Kompas.com - 24/05/2011, 15:33 WIB
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD bersama Sekretaris Jenderal MK Djanedri M Gaffar mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa (23/5/2011).

Belum diketahui tujuan Mahfud datang ke KPK. Saat memasuki Gedung KPK, Mahfud yang mengenakan batik lengan panjang itu tidak berkomentar. Juru Bicara KPK Johan Budi mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui persis tujuan kedatangan Mahfud.

"Saya dapat informasi Pak Mahfud datang hendak menemui pimpinan KPK. Materi yang dibicarakan tunggu dulu," kata Johan.

Sebelumnya, Jumat (20/5/2011), Mahfud mengungkap soal pemberian uang 120.000 dollar Singapura dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin kepada Djanedri.

Sementara hari Senin (23/5/2011) Ketua KPK Busyro Muqoddas menyampaikan, Mahfud akan segera ke KPK untuk melaporkan pemberian uang tersebut. Busyro juga mengatakan, pihaknya telah menghubungi Mahfud saat mengetahui adanya pemberian uang kepada Djanedri.

KPK, kata Busyro, belum dapat menentukan apakah pemberian ratusan ribu dollar itu merupakan tindak pidana atau bukan. Sebab, katanya, KPK belum mendengar laporan lengkap dari Mahfud dan Djanedri.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Riset Marepus Corner: 5-6 dari 10 Orang Anggota DPR Pengusaha

    Riset Marepus Corner: 5-6 dari 10 Orang Anggota DPR Pengusaha

    Nasional
    Cairan Pembersih yang Jadi Akselerator Kebakaran Kejagung Sudah Dipakai 2 Tahun

    Cairan Pembersih yang Jadi Akselerator Kebakaran Kejagung Sudah Dipakai 2 Tahun

    Nasional
    Pemerintah Dikabarkan Batal Beli Sejumlah Vaksin Covid-19, Ini Kata Satgas

    Pemerintah Dikabarkan Batal Beli Sejumlah Vaksin Covid-19, Ini Kata Satgas

    Nasional
    Faisal Basri: Oligarki Makin Mencengkeram Lewat UU Cipta Kerja

    Faisal Basri: Oligarki Makin Mencengkeram Lewat UU Cipta Kerja

    Nasional
    KPK Akan Dalami Temuan Mendagri soal Dana Rp 252 Triliun Tersimpan di Bank

    KPK Akan Dalami Temuan Mendagri soal Dana Rp 252 Triliun Tersimpan di Bank

    Nasional
    BNPT Harap Masjid Jadi Pertahanan Lawan Radikalisme dan Terorisme

    BNPT Harap Masjid Jadi Pertahanan Lawan Radikalisme dan Terorisme

    Nasional
    Achmad Yurianto Diberhentikan dari Jabatan Dirjen P2P Kemenkes

    Achmad Yurianto Diberhentikan dari Jabatan Dirjen P2P Kemenkes

    Nasional
    Faisal Basri: Investasi di RI Relatif Sudah Besar Tanpa UU Cipta Kerja

    Faisal Basri: Investasi di RI Relatif Sudah Besar Tanpa UU Cipta Kerja

    Nasional
    Rencana Pelibatan TNI Atasi Terorisme Dinilai Kontraproduktif dengan Demokrasi

    Rencana Pelibatan TNI Atasi Terorisme Dinilai Kontraproduktif dengan Demokrasi

    Nasional
    KPK Tahan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman

    KPK Tahan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman

    Nasional
    Soal Rekening Ratusan Juta Milik Cleaning Service di Kasus Kebakaran Kejagung, Polisi: Tak Ada yang Mencurigakan

    Soal Rekening Ratusan Juta Milik Cleaning Service di Kasus Kebakaran Kejagung, Polisi: Tak Ada yang Mencurigakan

    Nasional
    Kesenjangan Gender Disebut Pengaruhi Tingginya Angka Stunting di Indonesia

    Kesenjangan Gender Disebut Pengaruhi Tingginya Angka Stunting di Indonesia

    Nasional
    Pasal UU Cipta Kerja Dihapus, Pakar Hukum Nilai Aneh Pelanggaran Sangat Terbuka

    Pasal UU Cipta Kerja Dihapus, Pakar Hukum Nilai Aneh Pelanggaran Sangat Terbuka

    Nasional
    Pejabat Pembuat Komitmen Kejagung Ikut Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Utama

    Pejabat Pembuat Komitmen Kejagung Ikut Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Utama

    Nasional
    Wakil Ketua Komisi II Sebut Sosialisasi KPU soal Protokol Kesehatan Belum Maksimal

    Wakil Ketua Komisi II Sebut Sosialisasi KPU soal Protokol Kesehatan Belum Maksimal

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X