Sayap Agama Bisa Tingkatkan Suara

Kompas.com - 10/05/2011, 04:15 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Seluruh partai politik besar yang berideologi nasionalis kini memiliki organisasi sayap yang bersifat keagamaan. Selain efektif untuk meningkatkan suara, keberadaan sayap itu untuk meningkatkan soliditas dan citra partai.

Saat ini Partai Demokrat memiliki Ikhwanul Muballighin sebagai organisasi sayap yang bersifat keagamaan. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pada tahun 2007 mendirikan Baitul Muslimin. Partai Golkar memiliki Laskar Ulama, Majelis Dakwah Islamiyah, dan pengajian Al Hidayah.

Saan Mustopa, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Senin (9/5) di Jakarta, meyakini, Ikhwanul Muballighin akan menambah suara bagi partainya, terutama di lingkungan pedesaan. Massa Ikhwanul Muballighin ada di desa.

”Untuk memperluas jaringan di pesantren, kami dibantu bapak mertua Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Demokrat,” kata Saan. KH Attabik Ali, mertua Anas, adalah pimpinan Pondok Pesantren Yayasan Ali Maksum, Krapyak, Yogyakarta.

Nurul Arifin, Wakil Sekretaris Jenderal Golkar, menuturkan bahwa dari pengalaman pemilu sebelumnya, keberadaan organisasi sayap bercorak keagamaan menyumbang sekitar 30 persen suara. Ini terlihat dari banyaknya anggota DPR dari tokoh organisasi sayap keagamaan di Golkar.

Nurul menegaskan, organisasi sayap keagamaan di Golkar tidak bertentangan dengan identitas dan ideologi partai yang bersifat nasionalis. ”Sejak awal sadar, mereka adalah orang Indonesia dan corak Golkar sebagai partai nasionalis,” katanya.

Sekretaris Jenderal PDI-P Tjahjo Kumolo menuturkan, Baitul Muslimin menjadi ajang diskusi dan sebagai media mengomunikasikan antara spirit kebangsaan dan agama di partai itu. ”Keberadaan Baitul Muslimin juga menunjukkan tak ada ketegangan antara nasionalisme dan agama di Indonesia,” ujarnya.

Keberadaan Baitul Muslimin, kata Tjahjo, diharapkan juga bisa menarik anggota baru, terutama dari pemilih Muslim yang selama ini masih ada di luar PDI-P.

Potensi suara

Secara terpisah, Senin, Ketua Umum Partai Damai Sejahtera Denny Tewu mengakui, dukungan untuk partai berbasis agama tak turun. Kalau ada penurunan suara yang diraih parpol berbasis agama, itu merupakan konsekuensi dari banyaknya parpol.

Menurut Denny, suara untuk partai berbasis Islam sekitar 40 persen. Partai berbasis nasionalis memiliki dukungan suara 50-60 persen. Sisanya, dukungan untuk partai berbasis agama non-Islam atau yang lain, termasuk untuk PDS. ”Asalkan jumlah peserta pemilu kurang dari 20 partai, partai berbasis massa non-Islam masih memiliki peluang,” katanya.

Sekretaris Jenderal Partai Kasih Demokrasi Indonesia Michael H Lumanauw menjelaskan, PKDI pada Pemilu 2014 terbuka peluang bergabung dengan Partai Persatuan Nasional, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, atau partai lain. Ini meluruskan pernyataan Roy Rening di Kompas kemarin. (nwo/iam/tra)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.