NII Simpan Rp 46 Miliar di Bank Century

Kompas.com - 29/04/2011, 06:02 WIB
Editoryuli

JAKARTA, KOMPAS.com — Kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang belakangan banyak disebut terkait kasus penculikan dan "cuci otak" sejumlah orang diketahui memiliki simpanan miliaran rupiah di Bank Century atau kini bernama Bank Mutiara.

Keberadaan dana simpanan NII di Bank Century pernah disampaikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kepada Pansus DPR tentang Hak Angket Bank Century, 21 Desember 2009. Dalam laporan yang ditandatangani Kepala PPATK Yunus Husein disebutkan, simpanan sebesar Rp 46,2 miliar itu atas nama Abu Maarik.

Deposan Bank Century bernama Abu Maarik tersebut diduga kuat merupakan nama lain dari Abu Toto alias Syekh Abdus Salam Panji Gumilang. Abu Maarik adalah tokoh yang terkait erat dengan NII. Ia juga dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Al-Zaytun.

"Saya minta pemerintah segera melumpuhkan jaringan yang merusak negara, seperti kelompok NII, apalagi setelah ditemukan dana miliaran rupiah di Bank Century yang diduga milik NII. Ini tentu mengecewakan mengapa tidak terendus dari dulu," ujar Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Jakarta, Kamis (28/4/2011).

Dalam hal ini, Pansus DPR tentang Hak Angket Bank Century akan mendesak aparat penegak hukum mengungkap lebih dalam dana NII di Bank Century yang kini menjadi Bank Mutiara tersebut. (Rachmat Hidayat)

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Tuntas 3 Bulan, Dewan Pengawas KPK Bantah Anggapan Lambat Tangani Kasus Etik Firli

    Tuntas 3 Bulan, Dewan Pengawas KPK Bantah Anggapan Lambat Tangani Kasus Etik Firli

    Nasional
    Angka Kematian Tinggi, Luhut Sebut Penanganan Pasien Covid-19 di RS Rujukan Belum Maksimal

    Angka Kematian Tinggi, Luhut Sebut Penanganan Pasien Covid-19 di RS Rujukan Belum Maksimal

    Nasional
    Luhut: Tak Ada Perintah Presiden yang Tak Bisa Saya Selesaikan

    Luhut: Tak Ada Perintah Presiden yang Tak Bisa Saya Selesaikan

    Nasional
    Dewas KPK Nilai Perbuatan Firli Bahuri Dapat Runtuhkan Kepercayaan Publik

    Dewas KPK Nilai Perbuatan Firli Bahuri Dapat Runtuhkan Kepercayaan Publik

    Nasional
    Data Sementara KPU: 486 Bakal Paslon Penuhi Syarat, Ditetapkan sebagai Peserta Pilkada

    Data Sementara KPU: 486 Bakal Paslon Penuhi Syarat, Ditetapkan sebagai Peserta Pilkada

    Nasional
    Presiden Jokowi: Pandemi Harus Jadi Momentum Perbaiki Ekonomi Desa

    Presiden Jokowi: Pandemi Harus Jadi Momentum Perbaiki Ekonomi Desa

    Nasional
    7 Pegawai Lembaga Penegak Hukum di Karawang Positif Covid-19

    7 Pegawai Lembaga Penegak Hukum di Karawang Positif Covid-19

    Nasional
    Komisi III dan Jaksa Agung Rapat Bahas Skandal di Kasus Djoko Tjandra

    Komisi III dan Jaksa Agung Rapat Bahas Skandal di Kasus Djoko Tjandra

    Nasional
    Peringati Hari Tani Nasional, Massa Aksi Pasang Boneka Petani di DPR dan Istana

    Peringati Hari Tani Nasional, Massa Aksi Pasang Boneka Petani di DPR dan Istana

    Nasional
    Tolak Pilkada 2020 di Tengah Pandemi, PBNU: Seruan Moral demi Keselamatan Jiwa Warga Negara

    Tolak Pilkada 2020 di Tengah Pandemi, PBNU: Seruan Moral demi Keselamatan Jiwa Warga Negara

    Nasional
    Bawaslu Sebut Pengundian Nomor Urut Tak Dilakukan jika Massa Melebihi Batas

    Bawaslu Sebut Pengundian Nomor Urut Tak Dilakukan jika Massa Melebihi Batas

    Nasional
    Luhut Sebut Jokowi Punya Hati, Bisa Tunda Pilkada jika Bahayakan Keselamatan Rakyat

    Luhut Sebut Jokowi Punya Hati, Bisa Tunda Pilkada jika Bahayakan Keselamatan Rakyat

    Nasional
    DPR Bahas RUU Penanggulangan Bencana, Minta Masukan Eks Kepala BNPB

    DPR Bahas RUU Penanggulangan Bencana, Minta Masukan Eks Kepala BNPB

    Nasional
    Kasus Kebakaran Gedung Utama Kejagung, Polisi Periksa 7 Saksi dan 6 Ahli

    Kasus Kebakaran Gedung Utama Kejagung, Polisi Periksa 7 Saksi dan 6 Ahli

    Nasional
    Dinyatakan Langgar Etik, Firli Bahuri Minta Maaf dan Janji Tak Ulangi Perbuatannya

    Dinyatakan Langgar Etik, Firli Bahuri Minta Maaf dan Janji Tak Ulangi Perbuatannya

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X