Tracking Wajah Cegah Larinya "Gayus Kedua"

Kompas.com - 25/04/2011, 17:02 WIB
EditorA. Wisnubrata

KOMPAS.com - Masih ingat betapa mudahnya Gayus melenggang ke luar negeri dengan paspor palsu? Berkaitan dengan masalah tersebut, salah satu sistem pencegahan yang harus diupayakan adalah proses identifikasi lewat tracking wajah sehingga bisa mengetahui identitas asli seseorang, walaupun foto dalam paspornya telah direkayasa.

Sri Ayu Wulandari dan Baely Yudho Hanafia dari Universitas Dian Nuswantoro Semarang berupaya meningkatkan sistem tracking wajah buronan menggunakan ekstraksi ciri Matrix Autokorealsi dan Co-occurence. Keduanya berbasis pada pengenalan pola k-Neasrest Neighbour (kNN).

Ayu mengatakan, "Sebelumnya kita merekayasa dulu berbagai kemungkinan pemalsuan foto. Misalnya pakai wig, pakai kacamata dan sebagainya." Hasil rekayasa itu digunakan sebagai acuan untuk mendeteksi foto dalam paspor seseorang, apakah buronan atau bukan.

Untuk melakukannya, sistem yang di-support software tertentu ini ditempatkan pada komputer pihak berwenang. Nantinya, pengenalan dilakukan dengan melihat tetangga terdekat, atau secara sederhana dikatakan dengan mencari foto yang paling mirip.

Ayu mengungkapkan, dengan kNN, deteksi bisa dilakukan cepat, murah dan akurat. "Tak perlu apa-apa, cukup dengan menggunakan komputer yang sudah ada. Nanti tinggal kita instal software yang mendukung," kata Ayu yang mempresentasikan hasil risetnya di Seminar Radar Nasional V Kamis (21/4/11) lalu.

Dalam risetnya, Ayu dan rekannya menggunakan 2 cara yang berbasiskan kNN, yakni Matriks Autokorelasi dan Co-occurence. Hasil dua cara tersebut punya perbedaan. Dengan Matriks Auto Korelasi, akurasinya bisa maksimal (100%) namun rentang antara hasil minimal dan maksimalnya jauh.

Ia menyimpulkan, Co-Occurence lebih bagus untuk digunakan. "Dengan Co-Occurence, walaupun tidak bisa 100% tapi rentang minimal dan maksimalnya lebih sedikit. Selain itu juga stabil pada citra ukuran besar," katanya ketika dihubungi lewat telepon Kamis lalu.

Ayu mengungkapkan, cara yang dikembangkannya bisa membantu mencegah kasus buronan yang melenggang ke luar negeri dengan pemalsuan identitas dan foto di paspor. Pastinya, cara ini akan berfungsi maksimal bila tak ada unsur suap menyuap di dalamnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BNPB Sebut Terjadi Anomali akibat Perubahan Iklim

BNPB Sebut Terjadi Anomali akibat Perubahan Iklim

Nasional
8 Hari Operasi Yustisi, Denda dari Pelanggar Protokol Kesehatan Capai Rp 924,17 Juta

8 Hari Operasi Yustisi, Denda dari Pelanggar Protokol Kesehatan Capai Rp 924,17 Juta

Nasional
Sebagian Besar Wilayah Indonesia Akan Memasuki Musim Hujan

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Akan Memasuki Musim Hujan

Nasional
Ilham Saputra Gantikan Arief Budiman Sebagai Plh Ketua KPU

Ilham Saputra Gantikan Arief Budiman Sebagai Plh Ketua KPU

Nasional
UPDATE 22 September: 184.298 Pasien Sembuh dari Covid-19

UPDATE 22 September: 184.298 Pasien Sembuh dari Covid-19

Nasional
UPDATE: 160 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sehari, Tertinggi Selama Pandemi

UPDATE: 160 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sehari, Tertinggi Selama Pandemi

Nasional
UPDATE 22 September: Tambah 160, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 9.837

UPDATE 22 September: Tambah 160, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 9.837

Nasional
Muhammadiyah Minta Pemerintah Kaji Seluruh Tahapan Pilkada

Muhammadiyah Minta Pemerintah Kaji Seluruh Tahapan Pilkada

Nasional
Positif Covid-19, Ketua KPU Arief Budiman Dirawat di RSPAD Gatot Soebroto

Positif Covid-19, Ketua KPU Arief Budiman Dirawat di RSPAD Gatot Soebroto

Nasional
Pilkada 2020 Tetap Digelar, Mahfud: Pemerintah Tak Ingin Ada Kepala Daerah Plt

Pilkada 2020 Tetap Digelar, Mahfud: Pemerintah Tak Ingin Ada Kepala Daerah Plt

Nasional
Kemenkes Jelaskan Tingkat Penularan Covid-19 jika Masyarakat Abai Pakai Masker

Kemenkes Jelaskan Tingkat Penularan Covid-19 jika Masyarakat Abai Pakai Masker

Nasional
MAKI Duga Eks Politikus Nasdem Berupaya Hilangkan Barang Bukti Dalam Perkara Djoko Tjandra

MAKI Duga Eks Politikus Nasdem Berupaya Hilangkan Barang Bukti Dalam Perkara Djoko Tjandra

Nasional
Pilkada di Tengah Pandemi, Pemerintah hingga KPU Dinilai Pertaruhkan Nyawa Rakyat

Pilkada di Tengah Pandemi, Pemerintah hingga KPU Dinilai Pertaruhkan Nyawa Rakyat

Nasional
Kemenko PMK Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian 10 Kali Berturut-turut

Kemenko PMK Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian 10 Kali Berturut-turut

Nasional
UPDATE: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 252.923, Bertambah 4.071

UPDATE: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 252.923, Bertambah 4.071

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X