Ditemukan Jenis Malaria Baru

Kompas.com - 23/04/2011, 03:47 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Malaria jenis baru diduga kuat telah ada di Indonesia. Di Kalimantan terdapat enam kasus malaria yang diduga kuat terinfeksi parasit Plasmodium knowlesi. Kementerian Kesehatan masih meneliti jenis malaria itu.

Kehadiran malaria baru di Asia Tenggara menambah tantangan dalam eliminasi malaria. Sebelumnya, P knowlesi hanya menjangkiti monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Asia Tenggara. Belakangan parasit itu ditemukan menyebar pada manusia di Malaysia.

”Balitbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) sedang melakukan penelitian dengan konsentrasi di Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Tepatnya di arboretum yang ada monyet dan orang utan. Ada enam kasus malaria baru pada manusia ditemukan di berbagai desa di Kalimantan,” kata Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Kementerian Kesehatan (Kemkes) Rita Kusriastuti. Hal itu dinyatakan dalam jumpa pers tentang eliminasi malaria, Kamis (21/4).

Malaria disebabkan parasit Plasmodium. Parasit ini ditularkan kepada manusia melalui nyamuk. Empat jenis parasit malaria pada manusia yang diketahui, yaitu P falciparum, P vivax , P malariae, dan P ovale.

P falciparum dan P vivax merupakan jenis yang paling sering dijumpai. Adapun jenis yang infeksinya paling berat dan mematikan adalah P falciparum.

Gejala malaria akibat P knowlesi, menurut Rita, seberat infeksi P falcifarum dan sebandel (lama) P vivax. ”Orang yang mengalami gejala malaria berat, tetapi tak sembuh bisa dicurigai. Tetapi, masih kita teliti. Penderitanya telah sembuh memakai obat malaria ACT (artemisinin-based combination therapies),” kata dia.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemkes Tjandra Yoga Aditama mengatakan, jenis baru malaria ini bagian dari fenomena perubahan pola organisme. Perubahan virus, parasit, dan bakteri mungkin terjadi. ”Kasus di Kalimantan belum semuanya dipastikan,” ujarnya.

Secara terpisah, Pengelola Program Malaria Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dan Project Officer Global Fund Malaria Rita Juliawaty mengatakan, penelitian Balitbangkes Kemkes yang juga melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2010 berangkat dari dugaan bahwa kebutuhan inang (monyet dan orang utan) untuk P knowlesi tersedia di Kalimantan.

Tahun 2011 contoh darah pasien malaria dikumpulkan dari rumah sakit pemerintah di Palangkaraya dan klinik di Waringin Barat untuk diperiksa menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) guna mengidentifikasi spesies Plasmodium. Dari pemeriksaan ada beberapa contoh darah yang positif. Namun, masih ada satu lagi uji lanjut guna memastikan P knowlesi secara genetika.

Sangat berbahaya

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X