Ba'asyir: Pelaku Bom Cirebon Sakit Jiwa

Kompas.com - 18/04/2011, 10:37 WIB
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa teroris Abu Bakar Ba'asyir menilai tidak ada dalil dalam ajaran Islam yang membenarkan pemboman masjid, apalagi saat ada jemaah yang tengah melakukan shalat di masjid itu. Ba'asyir menilai pelaku bom bunuh diri di Masjid Adz-Dzikro di lingkungan Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, adalah kafir.

"Tidak ada dalil-dalil di dalam agama Islam yang boleh melakukan macam itu. Orang sedang shalat kok dibom. Kalau dibilang semua polisinya kafir, tetapi dzohir-nya shalat. Itu jelas menyalahi," kata Ba'asyir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (18/4/2011). Ia dimintai komentarnya mengenai aksi bom bunuh diri di Cirebon.

Ia sependapat dengan pihak yang menilai pelaku mengalami gangguan jiwa. Menurut Amir Jamaah Anshorud Tauhid (JAT) itu, tidak mungkin orang yang paham ajaran Islam melakukan hal itu. "Enggak mungkin kalau pemuda yang ngerti agama seenaknya berani begitu," katanya.

Seperti diberitakan, pelaku yang diduga M Syarief menerobos masuk membawa bom yang dimasukkan ke dalam tas ketika puluhan jemaah yang sebagian besar anggota Polresta Cirebon tengah shalat. Bom berdaya ledak rendah melukai 31 orang yang mayoritas polisi. Sementara pelaku tewas dengan kondisi bagian perut hancur.

 Baca juga Dicari Wakil Rakyat yang Tidak Lupa Diri

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    UPDATE: 1,56 Juta Kasus Covid-19 dan Imbauan Wapres soal Tarawih di Zona Merah

    UPDATE: 1,56 Juta Kasus Covid-19 dan Imbauan Wapres soal Tarawih di Zona Merah

    Nasional
    BNPT Ajak Tokoh Lintas Agama Bikin Program Tangkal Radikalisme

    BNPT Ajak Tokoh Lintas Agama Bikin Program Tangkal Radikalisme

    Nasional
    Pemerintah Kaji Pertandingan Sepak Bola dengan Penonton Saat Pandemi

    Pemerintah Kaji Pertandingan Sepak Bola dengan Penonton Saat Pandemi

    Nasional
    Menkumham Sebut Pemerintah Akan Bangun Tiga Lapas Khusus Teroris di Nusakambangan

    Menkumham Sebut Pemerintah Akan Bangun Tiga Lapas Khusus Teroris di Nusakambangan

    Nasional
    Berembus Isu 'Reshuffle' akibat Penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud, Sekjen PDI-P: Serahkan ke Presiden

    Berembus Isu "Reshuffle" akibat Penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud, Sekjen PDI-P: Serahkan ke Presiden

    Nasional
    Sekjen PDI-P Ungkap Pertemuan Jokowi dan Megawati Pekan Lalu, Ini yang Dibahas

    Sekjen PDI-P Ungkap Pertemuan Jokowi dan Megawati Pekan Lalu, Ini yang Dibahas

    Nasional
    UPDATE Gempa Malang: 7 Orang Meninggal Dunia, 2 Luka Berat

    UPDATE Gempa Malang: 7 Orang Meninggal Dunia, 2 Luka Berat

    Nasional
    Berdasarkan Data BNPB, Ada 174 Korban Jiwa akibat Banjir di NTT, 48 Orang Masih Hilang

    Berdasarkan Data BNPB, Ada 174 Korban Jiwa akibat Banjir di NTT, 48 Orang Masih Hilang

    Nasional
    Menhan Prabowo Bentuk Detasemen Kawal Khusus untuk Tamu Militer Kemenhan

    Menhan Prabowo Bentuk Detasemen Kawal Khusus untuk Tamu Militer Kemenhan

    Nasional
    Dibiayai APBN, Satgas BLBI akan Laporkan Hasil Kerja ke Menkeu dan Presiden

    Dibiayai APBN, Satgas BLBI akan Laporkan Hasil Kerja ke Menkeu dan Presiden

    Nasional
    Survei IPO: AHY Ungguli Prabowo sebagai Tokoh Potensial di Pilpres 2024

    Survei IPO: AHY Ungguli Prabowo sebagai Tokoh Potensial di Pilpres 2024

    Nasional
    Satgas BLBI Bertugas Hingga 2023, Ini Susunan Organisasinya

    Satgas BLBI Bertugas Hingga 2023, Ini Susunan Organisasinya

    Nasional
    Jokowi Teken Keppres Nomor 6/2021, Tegaskan Pembentukan Satgas BLBI

    Jokowi Teken Keppres Nomor 6/2021, Tegaskan Pembentukan Satgas BLBI

    Nasional
    PDI-P Apresiasi Dukungan DPR atas Peleburan Kemenristek dan Kemendikbud

    PDI-P Apresiasi Dukungan DPR atas Peleburan Kemenristek dan Kemendikbud

    Nasional
    Kemenag Bantah Informasi Soal Vaksin Sinovac yang Tak Bisa Digunakan Sebagai Syarat Umrah

    Kemenag Bantah Informasi Soal Vaksin Sinovac yang Tak Bisa Digunakan Sebagai Syarat Umrah

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X